4 Pemain Wonderkids Yang Gagal Bersinar

12:10 AM 13 Comments A+ a-

Istilah wonderkid merupakan istilah untuk pemain usia muda yang potensial dan diprediksi akan bersinar dimasa depan, Rata-rata pemain dikatakan wonderkids adalah 15-18 tahun. Potensi pemain tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan rekan satu tim ketika berada dalam tim akademi klub yang mereka bela, Namun pada kenyataanya status wonderkids tidak membuat pemain tersebut terus bersinar ketika pada level senior bahkan penampilan mereka di atas lapangan hijau cenderung menurun dan gagal bersaing dengan pemain lain di tim utama. Berikut adalah delapan pemain dengan status wonderkids yang gagal bersinar ketika mereka berada di level senior.

1. Francis Jeffers


Francis Jeffers merupakan pemain kelahiran Liverpool, Marseyside pada tanggal 25 Januari 1981, Everton merupakan klub yang dipilih untuk memulai karir. Potensi yang dimilikinya sangat menjanjikan, Jeffers memulai debut ditim senior Everton ketika berusia 16 tahun, sebagai pemain pengganti dalam pertandingan Boxing Day tahun 1997 saat menghadapi Man Utd. Karirnya terus bersinar dan mencapai puncaknya pada musim 1999/2000 ketika berusia 18 tahun dengan total penampilan 28 pertandingan dan torehan 7 gol disemua kompetisi, tentu sebuah prestasi yang menjanjikan dari pemuda berusia 18 tahun.

Karirnya sempat terganggu dengan cedera yang dihadapi pada musim 2000/2001, total penampilan yang dia torehkan pada musim itu hanya 14 pertandingan, dan pada akhir musim 2001, negoisasi perpanjangan kontrak dengan pihak klub mengalami jalan buntu dan akhirnya dia dijual ke Arsenal ke nilai 8 juta poundsterling dan menjadi salah satu pembelian termahal pada saat itu.

Penampilannya di Arsenal mengalami penurunan yang signifikan, Dia terus berjuang dengan cidera yang terus menghantuinya, dan kalah bersaing dengan pemain sekaliber Thierry Henry dan Sylvian Wiltrod. Tiga musim yang dilaluinya, Jeffers hanya bermain sebanyak 22 kali pertandingan dengan torehan 4 gol. Pada musim 2003/2004, Jeffers dipinjamkan ke klub yang membesarkannya yaitu Everton. Karirnya di Everton tidak bersinar dan akhirnya Arsenal menjualnya di akhir musim 2004 ke Charlton Atheltic dengan harga 2.6 juta poundsterling,dan sampai saat pada tahun 2013 dia hanya membela Accrington Valley dan pada tahun 2014 diusia yang ke 33 tahun, dia hanya mengikuti trial di klub DPMM Brunei namun gagal bergabung di klub tersebut,

2. Freddy Adu


Jika anda pencinta game Football Manager, tentu anda akan mengenal pemain ini. Status pemain ini pada game tersebut berstatus wonderkids dan tentu selalu menjadi pilihan  kebanyakan 'pelatih khayalan' salah satunya saya, saya selalu membeli Freddy Adu ketika saya menjadi 'pelatih khayalan' di game tersebut. dibawah ini adalah attribut yang dimiliki Freddy Adu dalam game football manager ketika berusia 16 tahun, sangat potensial bukan. Tentu saja di dunia nyata potensinya juga sangat menjanjikan.


Pada usia 13 tahun, Adu kecil membela IMG Akademi. Adu merupakan keturunan Ghana Amerika, yang lahir pada 2 juni 1989. Pada tahun 2003, dia membela U,S Olympic Development Program dan mengikuti turmanem U14 dan menghadapi klub-klub kuat seperti Lazio dan Juventus. Pada turnamen tersebut Freddy Adu kecil bersinar dan menjadi Most Valuable Player (MVP).

Pada tahun 2004, saat dua berusia 14 tahun, dia menandatangani kontrak profesional dengan klub DC United dan menjadi pemain termuda yang menandatangani kontrak dengan klub MLS. Dia menjadi pilihan utama dalam MLS Superdraft. 

Pada musim tanggal 3 April 2004, Adu memulai debut dengan DC United dan menjadi pemain pengganti pada menit ke 75 saat bertanding dengan San Jose Earthquakes, dan pada tanggal 17 April 2004, Dia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah DC United, dia mencetak gol saat menghadapi Metrostars.Pada musim pertamanya bersama DC United, dia mencetak 5 gol dan 3 Assist dan dia disebut-sebut sebagai New Pele. Karirnya terus berlanjut dan mulai menjajal kompetisi Eropa, Adu sempat menjajal trial dengan Man Utd namun gagal direkrut karena tidak mendapatkan ijin kerja, Pada tahun 2007, Adu direkrut oleh Benfica dan mulai menjajal kompetisi Liga Portugal, namun perjalanan karirnya tidaklah mulus dan pada akhirnya dia sering dipinjamkan ke klub lain dan sampai musim 2015 Dia hanya membela klub Tampa Bays Rodies, Klub dari kompetisi Amerika Utara. Sejak tahun 2013, hanya mencetak 2 gol adalah dari 13 pertandingan adalah salah satu prestasi buruk dalam karirnya.

3. Federico Macheda


Lahir di Roma, pada 22 Agustus 1991, Federico Macheda memulai karir juniornya di klub Lazio hingga tahun 2007 dan kemudian potensinya dilihat oleh pemandu bakat klub besar Inggris, Manchester United. Musim 2007-2008, Macheda bergabung dengan akademi Man Utd dan mencetak gol dalam pertandingan debutnya ketika membela Man Utd U18 saat menghadapi Barnsley.pada 15 September 2007. Pada musim pertamanya dengan Man Utd U18, Macheda berhasil mencetak 12 gol dari 21 pertandingan. Performa nya di tim Junior mampu menarik perhatian Sir Alex Ferguson untuk dapat berlatih di tim utama. dan pada akhirnya kesempatan yang ditunggu-tunggu itu datang, pada 5 April 2009, dia menjalani debut saat menjadi pemain pengganri saat menghadapi Aston Villa pada menit ke 60,dan secara dramatis Macheda mencetak gol penentu kemenangan Man Utd di menit ke-93.

Gol keduanya dicetak saat melawan Sunderland, hanya dalam waktu 45 detik setelah menggantikan Dimitar Berbatov. Kesempatan pertamanya memulai pertandingan dalam starting line up ketika saat menghadapi Everton saat di FA Cup Semi final. Awal karirnya di Man Utd dirasa sangat baik, dan Sir Alex merasa kemampuannya bisa dikembangkan kembali dan untuk mengembangkan potensinya, Macheda dipinjamkan ke Sampdoria, Queens Park Rangers sampai Doncaster. Namun dengan sampai pada waktu dimana Sir Alex Ferguson mengumumkan untuk mundur sebagai pelatih Man Utd, karirnya di Old Trafford menjadi ikut redup, pergantian pelatih tidak dapat menghidupkan karirnya di Man Utd, hingga pada akhirnya dikembali ke Birmingham City dan kemudia Man Utd secara resmi melepas kontraknya dan bergabung dengan Cardiff City hingga saat ini. 

4. Bojan Krkic


Akademi La Masia, merupakan gudang pemain muda berbakat. Salah satu pemaun hasil binaan La Masia adalah Bojan Krkic. Bojan merupakan pemain keturunan dari seorang ayah Serbia yang lahir di Catalonia pada 28 Agustus 1990. Karir jniornya sangat menakjubkan, lebih dari 900 gol dia ciptakan ketika berada pada level junior pada tahun 1999 hingga tahun 2006. Pada musim 2006, Bojan naik ke level yang lebih tinggi dengan status pemain Barcelina B dan mengikuti kompetisi di Divisi 2. Ketika di Barcelona B, Bojan berhasil mengoleksi 10 gol dari 22 pertandingan, torehan itu membuat Bojan naik ke level senior pada tahun 2007.

Pada level senior, Bojan memulai debut ketika berusia 17 tahun 19 hari, saat menjadi pemain pengganti pada menit ke-78 ketika FC Barcelona menghadapi Osasuna. dan dia berhasil memecahkan rekor yang dimiliki oleh Lionel Messi sebagai pemain FC Barcelona termuda yang bermain di La Liga. Tiga Hari kemudian, dia bermain dikompetisi teringgi Eropa, UEFA Champions League, saat menghadapi Lyon. Saat itu Bojan menggantikan Lionel Messi pada menit ke-88 dan menjadi pemain termuda FC Barccelona di UEFA Champion League,

Pada 20 Oktober 2007 saat berusia 17 tahun 53 hari, Bojan tercatat di starting line up saat menghadapi Villareal, dan dia mencetak gol pada menit ke-25. Rekor kembali dia buat sebagai pencetak gol termuda buat FC Barcelona di La Liga. Rekor selanjutnya yang kembali dia buat adalah sebagai pencetak gol termuda kedua setelah Peter Ofori-Quaye di UEFA Champions League. Gol tesebut dia buat pada saat melawan Schalke 04 di pertandingan perempat final, lalu karirnya semakin cemerlang, hingga di akhir musim 2011, Bojan telah bermain sebanyak 163 pertandingan di La Liga dan mencetak 41 gol. 

Pada musim 2011, AS Roma membelinya dengan harga 12 juta euro dengan opsi pembelian kembali dimusim 2012-2013, di AS Roma di bermain sebanyak 37 penampilan dengan 7 gol yang dibuat. semusim kemudian, AC Milan meminjam jasanya, dan di AC Milan permainannya tidaklah terlalu baik dengan hanya membuat 3 gol dari 27 pertandingan.

Pada musim 2013, Barcelona meembeli kembali dengan nilai 13 juta euro,dan memilih untuk meminjamkan ke FC Ajax dan akhirnya pada 22 Juli 2014, Stoke City membelinya dengan harga 1.8 juta euro. 


Poin Inspirasi

Setiap orang memiliki potensi yang sangat besar, potensi tersebut harus terus dikembangkan secara maksimal. Kegagalan bukanlah suatu hal yang memalukan, pemain-pemain diatas adalah pemain dengan sejuta talenta dalam sepak bola, namun mereka gagal memenuhi ekpektasi dari para pelatih dan tidak dapat beradaptasi dengan tim maupun kompetisi dimana mereka ada. dan terkadang faktor eksternal yang tidak kita duga seperti cidera juga dapat mempengaruhi karir pemain tersebut. Terus Belajar dari kegagalan adalah kata kunci.

13 comments

Write comments
Apr 18, 2016, 6:55:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^