Transform into Meaningful Life

1:17 PM 8 Comments A+ a-


Di akhir bulan Juli 2011,  Indonesia dapat kembali menikmati berbagai film layar lebar dari Hollywood. Kembalinya tayangan layar lebar ke bioskop Indonesia disambut dengan antuasias setelah para pecinta film ‘terpaksa’ puasa hampir 8 bulan. Film-film yang banyak ditunggu seperti Harry Potter 3, Kung Fu Panda 2 dan Transformer 3 akhirnya bisa dinikmati di Indonesia. Apakah anda termasuk orang – orang yang sudah ‘puasa’ nonton 8 bulan itu ? Kalau iya, berarti kita ada dalam kelompok yang sama Hahaha. Terus terang saya pun menantikan kehadiran Transformer 3. Film ini menceritakan adanya sekelompok robot yang akan menyelamatkan bumi dari badai penjajahan robot-robot jahat. Adapun kumpulan robot ini bukanlah robot besi semata, tapi mempunyai mereka punya misi dan sepertinya mempunyai ‘hati’ juga. Kelompok robot jahat ingin menguasai bumi sedangkan yang baik ingin melindungi bumi.

Walaupun robot-robot ini hanya cerita fiksi, tetapi kita begitu menikmati suguhan yang disajikan oleh Michael Bay. Di ruangan gelap dan dingin, kita bagaikan terhipnotis selama 2 – 2,5 jam untuk duduk dengan tenang. Bahkan sebagian dari kita rela mengantri untuk mendapat tiket nonton.

Kalau boleh bertanya, apa sebenarnya yang membuat kita tertarik pada robot-robot superhero itu ? Mungkin sebagian kita akan menjawab: “Ya karena robotnya kuat banget, walau dipukul-pukulin tetap bisa bangun dan menang”, atau ada juga yang menjawab “cara berubahnya keren, artistik banget”, dll.

Pembaca yang baik, ada satu hal menarik yang saya amati dari robot-robot itu. Kalau misalnya robot-robot diprogram untuk melindungi manusia saja dan apapun yang dilakukannya cuma sekedar mengikuti program yang ada, apakah robot ini masih menarik buat anda?

Jadi kalau kita bertanya pada si Optimus Prime (karakter robot pemimpin dalam Transformer 3), “bro, kenapa lo mau selametin bumi ini ?” Dan ternyata si Optimus Prime berkata: “Ya gue emang udah diprogram gitu, ya nurut aja

Apakah jawaban Optimus Prime juga tanpa sadar jadi bagian hidup kita saat ini ? Ada seorang suami yang bekerja habis-habisan mencari nafkah, ya kalau ga kerja baik-baik nanti anak istri mau makan apa. Seorang istri setiap pagi memasak dan mengurusi anak-anak nya karena memang udah kewajibannya sebagai seorang ibu. Atau ada mahasiswa yang belajar sungguh-sungguh saat kuliah karena ada ‘program’ dirinya untuk menjadi orang sukses. Seorang aktivis gereja yang mau melayani, ya karena sudah dijadwal sama pengurus saja.

Rekan-rekan pembaca, apabila kita membedakan antara robot dan manusia terdapat perbedaan yang signifkan. Robot melakukan sesuatu karena sudah diprogram, sedangkan manusia melakukan sesuatu dengan pemaknaan. Bagaimana dengan hidup kita saat ini ? Adakah aktifitas yang kita lakukan hanya sekedar ‘program kehidupan’ tanpa adanya pemaknaan ?

Kalau kita bertanya sama Tuhan Yesus kenapa ya Dia mau menyelamatkan dunia ini bahkan sampai mati di kayu salib ? maka jawabNya tertulis jelas :

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16

Pemaknaan muncul dari adanya tujuan dan kasih.  Tujuan itulah yang menggerakkan bukan hanya sekedar melakukan aktifitas. Dan kasihlah yang menghangatkan.  Sebagai contoh seseorang Ayah mencari nafkah karena mengasihi keluarganya, dengan tujuan anak-anaknya dapat bertahan hidup. Seorang ibu mengurus anak-anaknya karena begitu mengasihi mereka dan ingin anak-anak mereka bertumbuh menjadi orang yang berhasil.

Namun muncul pertanyaan kasih seperti apakah yang dapat membuat kita konsisten, karena seringkali orang yang kita kasih tidak mengasihi kita.  Dan tujuan seperti apakah yang membuat kita bertahan, karena tidak selamanya orang-orang yang kita kasihi tetap ada.

Jawabannya ada di dalam Kolose 3:23
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”.

Ya, hanya kepada Tuhanlah maka hidup kita akan bermakna dan menjadi orang yang berguna di mata-Nya. Kepada Tuhan sajalah yang membuat kita semangat menjalani hidup ini karena ia tetap ada dan kasihNya terus mengejar kita.  Marilah kita melakukan segala aktifitas kita dengan pemaknaan yaitu untuk Tuhan.  Ya hanya untuk Tuhan saja.

Soli Deo Gloria.

(Ditulis oleh Fernandes - @nandeslim)

8 comments

Write comments

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^