Tanjung Verde Kalahkan Indonesia

11:30 PM 1 Comments A+ a-


Judul di atas bukanlah sebuah makna yang merujuk pada pertandingan sepak bola, tapi pada peringkat FIFA yang dikeluarkan bulan September 2012. Indonesia berada di peringkat 168 dunia dan Tanjung Verde (Cape Verde Island) berada di peringkat 65 dunia. Pertanyaannya ada apa dengan Tanjung Verde ? 

Seberapa banyak orang yang mengenal Tanjung Verde sebagai negara sepak bola ? Banyak orang mengenal Nigeria, Kamerun, Afrika Selatan dan Ghana sebagai negara Afrika yang memiliki prestasi dan pemain tenar seperti Samuel Eto’o, Steven Piennar, Michael Essien, John Obi Mekel dan Aiyegbeni Yakubu. Tidak satupun pemain tim nasional Tanjung Verde seperti Ryan Mendes, Djanny, Heldon Nhuck yang familiar di telinga.

Tanjung Verde merupakan Negara Republik di rantai kepulauan Samudera Atlantik Utara, pada pesisir barat Afrika. Luas nNegara ini ‘hanya’ 4.033 km2 dan jumlah penduduk 567.000 orang. Luas negara tersebut sebanding dengan luas Pulau Nias (4.064 km2) atau hanya 3.2% dari Pulau Jawa (126.700 km2) dan jumlah penduduk Tanjung Verde hanya 0.23% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 237.556.000 jiwa.

Well, jika melihat data tersebut, sangat miris memperhatikan prestasi Indonesia yang pada bulan September 2012 berada pada peringkat 168 dunia atau 103 peringkat di bawah Negara Republik Tanjung Verde. Peringkat 168 adalah peringkat terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. Pada bulan Agustus 2012, Indonesia masih berada di peringkat 159 dunia. Pertanyaan yang paling sering diajukan pencinta sepak bola Indonesia adalah ‘apakah sulit untuk memilih 11 pemain terbaik dari dua ratus juta penduduk Indonesia ? Kalau saja negara Tanjung Verde yang hanya memilki jumlah penduduk 567.000 jiwa mampu berada di peringkat 65 dunia, masa Indonesia tidak mampu melebihi prestasi Tanjung Verde ?"

Secara infrastruktur, Indonesia memiliki fasilitas dan kualitas yang lebih baik dibanding Tanjung Verde. Bayangkan saja stadion yang biasa menjadi home tim nasional Tanjung Verde (Estadio Da Varzea) hanya berkapasitas 10.000 orang, sedangkan Indonesia memiliki stadion dengan standar Internasional dan sangat megah seperti Gelora Bung Karno yang mampu menampung lebih dari 80.000 orang dan stadion Gelora Bung Tomo dengan kapasitas 55.000 orang.

Apa yang menjadi masalah dalam sepak bola Indonesia sehingga sangat sulit untuk kembali berprestasi seperti tahun 1938 – 1991 ? Jika menilik pada masa itu, banyak prestasi Indonesia yang dapat dibanggakan seperti tampilnya Indonesia pada Piala Dunia 1938, peringkat 3 pada Asian Games 1958 setelah mengalahkan India 4-1, Juara Piala Sukan pada 1972 setelah mengalahkan Uruguay 2-1 di Singapura dan juara Sea Games Manila pada 1991 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 4-3 lewat adu pinalti.

Akar masalah.
Dualisme sepak bola Indonesia tentu menjadi kambing hitam jika muncul pertanyaan tentang prestasi sepak bola Indonesia saat ini, dan pencinta sepak bola Indonesia tentu sudah sangat bosan dengan masalah dualisme PSSI versus KPSI yang semakin mengakar dan sangat sulit diselesaikan. Bahkan hasil Joint Committee yang disepakati di Kuala Lumpur pada pertengahan September 2012 sangat diragukan komitmennya. Sudah terlalu banyak keputusan yang disepakati namun pada akhirnya kesepakatan itu ‘dihancurkan’ sendiri oleh para pencetusnya. Hasil kesepakatan komite normalisasi adalah contoh nyata di mana tidak ada Komitmen yang dimiliki oleh para petinggi sepak bola Indonesia. Sungguh Ironis.

Jangan heran jika program pembinaan usia dini Indonesia terabaikan. Jangan heran jika kualitas Liga tertinggi Indonesia sangat buruk. Jangan heran jika kualitas wasit sepak bola menyedihkan. Jangan heran jika insfrastruktur sepak bola Indonesia tidak berkembang. Jangan heran jika prestasi sepak bola Indonesia tidak bisa lebih baik dari Negara Kepulauan Tanjung Verde. Jangan heran jika Timnas Indonesia gagal berprestasi pada Piala AFF 2012 di Malaysia dan Thailand.

Ahh. Semoga saja semua kekhawatiran di atas tidak akan terjadi. Mari bersatulah PSSI dan KPSI,  demi melihat Tim Garuda yang sudah lama tertidur kembali terbang tinggi dengan gagah.

(Ditulis oleh Michael O - @mike_Oo dan di muat di Tabloid bola Edisi 1 Oktober 2012)

1 comments:

Write comments
Apr 18, 2016, 6:27:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^