Cadangan Devisa di Atas Sepiring Nasi

11:57 AM 9 Comments A+ a-


Kita sudah sering mendengar pernyataan pemerintah tentang devisa negara atau sering juga disebut cadangan devisa. 

Devisa adalah semua alat pembayaran untuk transaksi luar negeri yang diterima dan diakui oleh dunia internasional. Selain sebagai pendapatan negara, devisa digunakan juga untuk melakukan pembiayaan luar negeri dan pembayaran hutang. Devisa juga bisa digunakan oleh Bank Indonesia untuk melakukan intervensi pasar demi menjaga stabilitas nilai mata uang Rupiah.



Bentuk DEVISA
  1. Valuta asing, yaitu mata uang yang dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia (seperti US Dollar ($), Yen Jepang, Euro, Poundsterling Inggris), dan dapat diperjual belikan.
  2. Emas batangan
  3. Surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional, seperti : Special Drawing Rights (SDR) bagi negara anggota IMF, Cable Order ( Telegraphic Transfer), Bill of Exchange (Wesel) dan Traveller Cheque (TC).

Devisa bisa diperoleh negara dari hasil ekspor luar negeri, pinjaman luar negeri, bantuan luar negeri, turis yang datang ke Indonesia dan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri (TKI).

Nah, setelah anda sedikit paham tentang penjelasaan devisa di atas, pasti muncul pertanyaan dalam benak anda : “So, apa hubungannya devisa dengan sepiring nasi ?”

Statistik menunjukkan bahwa dari tahun 2010 hingga 2011, nilai impor beras indonesia mengalami peningkatan sebesar 300%. Sejak di bangku taman kanak-kanak, salah satu pekerjaan yang banyak kita ketahui dilakoni orang Indonesia adala Petani. Banyak orang berpikir bahwa dengan area lahan yang luas dan subur di Indonesia seharusnya Indonesia bisa menjadi salah satu negara eksportir beras yang dominan di tingkat Internasional. Fakta angka menunjukkan bahwa perbandingan Ekspor terhadap Impor Beras Indonesia pada tahun 2010 hanyanlah sebesar 0,05% dan turun menjadi 0,01% di tahun 2011.

Kalau dikaitkan dengan cadangan devisa negara yang sudah dibahas sebelumnya, aktifitas impor akan mengurangi cadangan devisa. Anda bisa bayangkan sendiri bagaimana masa depan cadangan devisa negara yang seharusnya dipakai untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, bila terus dimanfaatkan untuk impor beras.



Setiap tahunnya Indonesia selalu melakukan Impor dari luar negeri, negara yang sering mengekspor berasnya ke Indonesia adalah Thailand dan Vietnam. Pertanyaan paling mendasar adalah bagaimana cara menyelesaikan keruwetan ini ? apakah dibutuhkan kebijakan pemerintah ? perluasan lahan ? atau perjanjian kerja sama regional ? Semua langkah tersebut bisa saja dilakukan namun tidak akan menyelesaikan akar permasalahannya.

Titik berat dari penyebab masalah ini adalah “Gaya makan orang Indonesia” yang selalu menkonsumsi nasi putih. Ya, coba anda ingat – ingat lagi apakah makanan anda dari sarapan pagi sampai makan malam harus nasi putih ? kalau iya, anda termasuk biang masalah dari penggerusan devisa ini.

“Kalo gak makan nasi, rasanya belum makan deh …”

“Ubah Gaya Makan Anda” ! Sebenarnya Nasi putih bukan satu – satunya sumber karbohidrat. Anda bisa saja mengkonsumsi umbi – umbian atau varian beras lainna seperti beras merah, coklat dan hitam. Dunia kedokteran sendiri menyatakan bahwa konsumsi nasi putih yang berlebihan akan menyebabkan obesitas bahkan potensi Diabetes. Saat ini Indonesia berada di posisi ke-4 untuk penyakit diabetes di dunia. Nasi putih mudah dicerna dengan cepat dan dapat menaikkan gula darah secara cepat pula. Jika anda penderita diabetes, maka kadar gula darah anda akan naik dengan cepat ketika mengkonsumsi nasi putih. Nasi putih tidak memiliki serat sebanyak nasi merah dan cokelat.



Dalam 100 gram beras putih mentah terkandung sekitar 80 gram karbohidrat, namun dalam 100 gram nasi putih hanya terkandung sekitar 28 gram karbohidrat karena beratnya bertambah besar dengan air sewaktu proses memasak. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan energi, fungsi dan pemeliharaan organ tubuh, dianjurkan mengkonsumsi 2 gram karbohidrat per kg berat badan, namun kalau anda mempunyai aktivitas olahraga yang tinggi dalam seminggu dan ingin menambah berat badan atau massa otot, maka kebutuhan karbohidrat bisa meningkat menjadi 3-4 gram per kg berat badan tergantung dari berapa ribu kkal anda berdiet dalam sehari. Misal berat badan anda 65 Kg, anda bekerja sebagai administrasi di kantor maka idealnya anda mengkonsumsi 130 gram karbohidrat per hari. Tapi luar biasanya adalah orang Indonesia mengkonsumsi 316 gram beras putih per kapita per hari atau mencapai 139 kilogram pertahun (Hitung sendiri jumlah karbohidrat yang dikonsumsi ^^). Di Thailand dan Malaysia konsumsi beras putih per tahun hanya berkisar antara 60 – 70 Kg per tahun.

Nah, solusi terbaik yang bisa kita buat adalah memulai gaya konsumsi sumber karbohidrat variatif. Beras meah coklat dan hitam merupakan pilihan yang baik, atau berbagai umbi – umbian dan kacang – kacangan. Di Eropa masyarakatnya justru lebih banyak mengkonsumsi daging dan sayur dibandingkan beras. Gaya konsumsi karbohidrat yang variatif akan memberikan anda kualitas hidup yang lebih sehat serta mendukung pemerintah dalam upaya menjaga cadangan devisa Indonesia.

So, mulai sekarang jangan ahbiskan devisa negara di atas piring makan anda, persiapakan masa depan yang lebih baik untuk Indonesia !

(Ditulis oleh Robin - @beanpedia)

9 comments

Write comments
Apr 18, 2016, 6:27:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^