Tragedi Hillsborough : Noda Hitam Sepak Bola Inggris yang Terkuak

9:08 AM 4 Comments A+ a-


15 April 1989 adalah masa kelam bagi pesepakbolaan Inggris dan para pendukung Liverpool khususnya. 96 orang meninggal dunia dan 730 orang terluka  di Stadion Hillsborough, kandang  dari klub sepakbola Sheffield Wednesday. Semua korban yang meninggal adalah para pendukung Liverpool yang biasa disebut Liverpudlian.
Peristiwa ini dikenal sebagai insiden kecelakaan terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris yang biasa disebut tragedi Hillsborough. Peristiwa ini di mulai ketika para Liverpudlian ingin menyaksikan pertandingan Semifinal Piala FA antara Nottingham Forest vs Liverpool. Jumlah penonton yang datang sangat besar sehingga membuat stadion yang berkapasitas 40.000 dan hanya menyediakan jatah sebanyak 14.000 kursi untuk Liverpudlian tidak mampu menampung massa pendukung yang sangat banyak.






Dari data korban Hillsborough menunjukkan bahwa usia korban masih sangat muda, di mana  81.3% berusia 10 > 30 tahun, data yang menunjukkan bahwa banyak keluarga muda yang akhirnya harus menjadi single parent akibat dari insiden ini, bahkan terdapat satu anak yang bernama Jon-Paul Gilhooley yang masih berusia 10 tahun. Jon-Paul Gilhooley adalah sepupu Steven Gerrard yang saat ini menjadi Kapten tim Liverpool. Sungguh tragis.


Kisah menyedihkan dialami oleh seorang suporter bernama Tony Bland, Tony Bland adalah korban yang mampu bertahan hidup dalam tragedi tersebut, namun meninggal tiga tahun kemudian. Tony Bland mengalami koma selama tiga tahun karena kerusakan otak parah akibat kekurangan suplai oksigen, Ahirnya pada 3 Maret 1993 Tony Bland ‘dipaksa’ meninggal dengan kesepakatan yang diambil oleh pihak keluarga. Dia adalah korban ke 96 dalam tragedi Hillsborough.

Apa yang sebenarnya terjadi dalam Insiden Hillsborough tahun 1989? Kenapa kasus ini baru terkuak setelah 23 tahun kejadian berlangsung? Siapa yang harus bertanggungjawab atas tragedi ini? Inilah pertanyaan yang muncul dari tragediy Hillsborough dalam pikiran saya.

http://swindong.wordpress.com

Dalam pengungkapan tragedi Hillsborough ini banyak sekali kontroversi yang terjadi, salah satunya adalah headline dari  harian The Sun yang berjudul ‘The Truth', memberitakan bahwa penyebab dari insiden Hillsborough ini adalah para Liverpudlian, yang akhirnya  menyebabkan aksi boikot untuk harian The Sun di seluruh wilayah Merseyside.

Kontroversi lainnya terdapat dalam dokumen yang dikirimkan oleh seorang poilisi senior Merseyside ke perdana menteri Margareth Thatcher, empat hari setelah kejadian tersebut. Dokumen tersebut menjelaskan bahwa pendukung Liverpool tidak patuh terhadap aturan dan tidak memiliki tiket masuk stadion, bahkan salah satu polisi menjelaskan bahwa penyebab terjadinya insiden Hillsborough adalah banyak pendukung Liverpool yang mabuk sehingga menyebabkan kekacauan.

http://www.thesun.co.uk
Pada saat itu akhirnya panitia pertandingan dan pihak kepolisian sepakat bahwa akibat dari insiden Hillsborough adalah banyaknya pendukung Liverpool yang mabuk sehingga membuat kekacauan, sehingga  sampai saat ini akibat dari kerusuhan tersebut belum ada pihak yang ditahan.

Akhirnya, penantian selama 23 tahun keluarga korban tragedi Hillsborough terungkap, setelah Hillsborough Independent Panel (HIP) berhasil mengungkapkan sebuah fakta adanya pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan panitia pertandingan. HIP adalah sebuah komisi yang dibentuk pada tahun 2010 untuk menyelidiki kejadian Hillsborough. HIP melakukan penyelidikan terhadap 80 organisasi salah satunya pemerintah Inggris, Kepolisian Yorkshire Selatan, Dewan Kota Sheffield, pemeriksaan mayat, rumah sakit dan pemadam kebakaran. HIP mempublikasikan dokumen setebal 389 halaman, hasil dari kompilasi dokumen-dokumen penyelidikan terhadap organisasi-organisasi tersebut

Pemerintah Inggris biasanya tidak mempublikasikan dokumen-dokumen sebelum berumur tiga puluh tahun. Namun dalam siding parlemen bulan Agustus 2011, pemerintah menyetujui untuk mempublikasikan dokumen hasil penyelidikan tanpa menutupi sedikitpun dokumen yang berkaitan dengan tragedi Hiillsborough. Keputusan untuk mempublikasikan dokumen tersebut diambil setelah lebih dari 100.000 orang menandatangani petisi pemerintah via internet, yang sampai saat ini telah ditandatangani lebih dari 150.000 orang. Namun keputusan ini menjadi perdebatan di dalam parlemen.

Hasil penyelidikan HIP menyebutkan bahwa ada beberapa bukti yang tidak dijelaskan oleh panitia pertandingan dan kepolisian dalam laporan tragedi Hillsborough. Beberapa hal yang ditemukan HIP antara lain:
  1. Kepala Kepolisian Yorkshire Selatan Peter Wright  memberikan laporan  palsu ke anggota parlemen dari Partai Konservatif, Irvine Patnick.  Kepolisian memberikan laporan palsu bahwa kejadian Hillsborough akibat dari ulah pendukung Liverpool.
  2. Sebanyak 164 laporan yang dibuat oleh kepolisian memilki tujuan untuk mendukung laporan yang tetap menyalahkan pendukung Liverpool dan 116 pernyataan yang menyalahkan kepolisian akhirnya dihilangkan dalam laporan ke pihak parlemen.
  3. Hasil tes alkohol terhadap 96 korban meninggal tidak dilaporkan dalam laporan dan cenderung disimpan.
  4. Hasil pantologi menyebutkan bahwa pada pukul 15.15 terdapat 31 korban yang jantung dan paru-parunya masih berfungsi, namun dalam laporan menyebutkan bahwa dalam jam tersebut seluruh korban telah meninggal dunia.
  5. Adanya tuduhan yang menyebutkan bahwa ada kelompok fans yang mabuk-mabukan dan membuat kerusuhan pada waktu itu.
  6. PM Margareth Thatcher menyadari bahwa adanya kecaman terhadap pihak kepolisian, namun tidak ditanggapi dengan serius.
  7. Layanan darurat seperti ambulans terlambat datang ke stadion karena terhalang oleh ribuan fan yang berhamburan di luar stadion,
  8. Tidak adanya bukti yang menunjukkan bahwa aksi mabuk-mabukan suporter menyebabkan kekacauan.
  9. Layanan medis Yorkshire Selatan tidak memberikan layanan yang baik bagi korban Hillsborough.

Itulah hal-hal yang terungkap dari penyelidikan oleh HIP, yang akhirnya menguak siapa pihak yang layak bertanggung jawab dalam tragedy Hillsborough. Setelah menunggu 23 tahun akhirnya keluarga korban berhasil mengungkap kebenaran dan dapat menuntut keadilan atas tragedy Hillsborough.


Akhirnya pada hari rabu 12 Sepetember 2012, PM Inggris, David Cameron dalam pidatonya menyampaikan permintaan maaf terhadap pihak keluarga korban dan Liverpudlian atas ketidakadilan yang berlangsung selama 23 tahun. PM Inggris menyatakan bahwa Liverpudlian sama sekali tidak bersalah dalam kejadian Hillsborough dan pihak jaksa yang dipimpin oleh Dominic Grive akan meninjau kembali semua dokumen yang dilaporkan dan akan membuat laporan baru atas bukti baru yang ditemukan.

Kebenaran atas tragedi Hillsborough terkuak dan membuktikan bahwa kesalahan atas peristiwa tersebut adalah pihak kepolisian yang tidak mampu mengendalikan jumlah massa yang sangat besar. Tentu ini menjadi penantian panjang bagi Liverpudlian dan keluarga korban khususnya, yang menghasilkan sebuah senyum kecil bagi keluarga korban dalam kesedihan yang mendalam.

(Ditulis oleh Michael O - @mike_Oo)

4 comments

Write comments

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^