Sekedar Cemas atau Sindrom Obsesif Kompulsif ?

9:02 PM 0 Comments A+ a-


Tak ada gading yang tak retak ~ artinya tak ada sesuatu yang sempurna. Tapi banyak orang, termasuk saya, kadang mengejar kesempurnaan, bahkan sampai obsesi untuk jadi perfect. Apakah kamu juga?

Eits, hati-hati, jangan-jangan ada sindrom OCD dalam dirimu. Nah, apakah OCD itu?

Menurut Wikipedia, Obsesif-kompulsif (OCD) adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan pikiran mengganggu yang menghasilkan kegelisahan, ketakutan, atau kekhawatiran. Ciri-cirinya adalah perilaku berulang untuk mengurangi kecemasan tersebut.

Dalam Bahasa Inggris, ungkapan obsesif-kompulsif sering digunakan secara informal untuk menggambarkan seseorang yang terlalu teliti, perfeksionis dan terlalu terikat/tenggelam dalam sesuatu yang dikerjakannya.

However, walaupun gelaja-gejala itu merupakan gejala OCD, tapi orang yang menunjukkan tanda tersebut tidak lalu mesti mengidap OCD.

Orang dengan sindrom OCD sering memiliki ciri-ciri kepribadian seperti perhatian yang tinggi terhadap detail, menghindari risiko, perencanaan yang matang, rasa bertanggung jawab yang berlebihan dan kecenderungan untuk berfikir lama dalam memutuskan sesuatu.

Tipe-tipe OCD :

* Washer or Cleaner: Orang yang memiliki ketakutan irasional terkontaminasi kuman sehingga secara kompulsif akan berusaha menghindarkan diri dari kontaminasi tersebut, misalnya selalu membersihkan diri. Walaupun sudah berkali-kali mencuci, ia tidak kunjung merasa aman.

* Checkers: Orang yang terobsesi untuk selalu memeriksa. Penyebabnya adalah kecemasan yang irasional. Misalnya, bila ia tidak mengecek berulang kali (oven dimatikan, pintu terkunci, dll) dia merasa bahaya mengintai setiap saat dan bisa mencelakasi diri dan sekelilingnya. Jika hal buruk tersebut terjadi, maka ia menganggap dialah orang pertama yang harus disalahkan.

* Doubters and sinners: Merupakan orang yang memiliki perasaan obsesif dan intruktif bahkan terkadang menakutkan. Jika dirinya tidak melakukannya maka akan mengakibatkan kemalangan atau kecelakaan.

* Orderers: Merupakan orang yang fokusnya mengatur segala sesuatu agar tepat pada tempatnya. Mereka akan menjadi sangat tertekan apabila benda dipindahkan, dipegang atau ditata orang lain. Mereka mungkin memiliki takhayul tentang angka tertentu, warna,atau pengaturan.

* Hoarders: Merupakan orang yang senang mengumpulkan barang-barang yang tidak berharga, karna takut sesuatu yang buruk akan terjadi jika mereka membuang apa pun.

Lalu, apakah OCD berbahaya?

OCD termasuk gangguan mental keempat paling umum dan didiagnosis sesering penyakit diabetes mellitus dan asma. OCD adalah kumpulan gejala atau disebut juga sindrom. Hampir setiap orang memiliki sindrom tersebut, tapi tidak semuanya termanifestasi nyata.

Sindrom OCD menjadi berbahaya ketika manifestasinya terlalu nyata sampai-sampai mengganggu kepribadian. Misalnya, cuci tangan dengan air panas hingga melepuh, terobsesi terhadap sesuatu baik di pikiran maupun repetisi tindakan, kecemasan irasional sehingga mengganggu hubungan sosial, dll.


Wow. Serius, melihat ciri dan tipe di atas, saya menunjukkan memiliki tanda manisfestasi nyata sindrom OCD. 

PS: Bahkan ide tulisan ini muncul karena saya gerah melihat detil kecil penulisan authors blog ini. :|

Tapi saya yakin masih level aman *fingercrossed*

Tanda-tanda sindrom OCD saya akan saya kupas di blog saya saja, personally :)

Bagaimana dengan Anda?

Note to us: Hanya karena kita memiliki pikiran obsesif atau melakukan perilaku kompulsif TIDAK berarti bahwa kita memiliki gangguan obsesif-kompulsif.

Sumber: Wikipedia, di-ta.com

—————
Ditulis oleh Veravinna (@veravinna)