Review Buku : Wired for Intimacy

9:24 AM 7 Comments A+ a-


"Dirancang untuk Keintiman: Bagaimana Pornografi Membajak Otak Pria"

 
Buku ini ditulis pada tahun 2009 oleh William Struthers.  Buku ini diterbitkan pertama dalam bahasa Inggris oleh Intervarsity Press dengan judul Wired for Intimacy, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada Februari 2012 oleh Literatur Perkantas Jawa Timur. Perkantas mendesain cover buku dengan sangat menarik yaitu dengan menampilkan gambar kepala seorang pria yang otaknya dipenuhi oleh kabel LAN internet.  Kabel internet inilah yang mengasosiasikan pikiran kita bahwa pornografi identik dengan internet.

Buku ini membahas suatu tema yang tidak lekang oleh waktu, pornografi. Dosa ini telah membajak otak pria. Dengan kemajuan era internet saat ini, tidak sulit bagi para pria untuk mengakses pornografi. Struthers memberikan gambaran bagaimana dampak dari mengkonsumsi pornografi dan rentannya otak pria terhadap hal ini.

Dr. William M. Struthers (Ph.D., University of Chicago) adalah asisten profesor psikologi di Wheaton College, Illinois.  Struthers yang memiliki background psikologi membahas buku dengan cara membagi menjadi dua bagian.  Bagian pertama mengenai realita dan dampak pornografi bagi kaum pria, bagian kedua membahas pemahaman maskulinitas dan seksualitas yang sehat serta cara-cara mencapai kekudusan.
Uniknya, dalam membahas realita ini, Struthers menggunakan realita yang dekat dialami oleh muda-mudi saat ini, seperti film American Pie dan situs-situs porno yang beredar. Ini dapat membuat pembaca mengetahui realita yang terjadi benar-benar dibahas riil. Struthers juga menggambarkan bisnis pornografi merupakan bisnis yang besar karena keuntungannya di seluruh dunia mencapai $57 juta.  Singkatnya, Struthers ingin mengajak setiap pembaca untuk melihat betapa bahayanya perkembangan pornografi.

Harus diakui, Struthers adalah penulis yang jenius dalam mendaratkan tulisannya. Dampak yang dipaparkan setelah mengkonsumsi pornografi mudah dipahami dan dirasakan oleh pembaca. Struthers mengajak pembaca melihat bahwa dampak konsumsi pornografi akan membuat pria menganggap wanita hanyalah sebagai sebuah produk atau barang yang dimanfaatkan. Pornografi akan mengajak pria untuk semakin ke dalam, seolah-olah pria yang melihat pornografi terlibat aktif di dalamnya.

Bagian selanjutnya di bagian pertama ini, Struthers melihat bagaimana cara kerja pornografi saat dikonsumsi oleh tubuh pria. Struthers menjelaskan bahwa adanya hormon-hormon yang bekerja pada tubuh pria mulai dari pria melihat sampai pria melakukan tindakan pelampiasan seksual seperti masturbasi.

Pada bagian kedua, Struthers menjelaskan bahwa setiap manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah maka manusia memiliki status yang suci. Status inilah yang seharusnya mendorong pria untuk melihat wanita juga sebagai gambaran Allah yang suci. Struthers juga memaparkan konsep maskulinitas yang seharusnya dimiliki oleh setiap pria. Maskulinitas dapat terlihat dengan baik di dalam pribadi Yesus, yang adalah Allah dan manusia sepenuhnya.

Setelah membahas maskulinitas, Struthers masuk pada poin inti buku ini yaitu kebutuhan pria akan keintiman. Struthers menjelaskan bahwa sebelum pria jatuh ke dalam pornografi maka ada kebutuhan yang hilang yang belum dipenuhi yaitu kebutuhan dikenal dan mengenal.  Kebutuhan inilah yang disebut kebutuhan pria akan keintiman. Bila belum dipenuhi maka pria akan mencari pemenuhannya kepada yang lain. 

Struthers juga membahas tentang masturbasi, pernyataan masturbasi itu dosa atau tidak, dibahas secara jelas oleh Struthers.  Dia berkata ada pertanyaan yang salah mengenai keberdosaan dari masturbasi. Yang benar adalah apakah masturbasi makin membawa kita dalam kekudusan? Tanggapan ini sangat baik menjawab masturbasi karena kenyataannya masturbasi hanya mendekatkan pria kepada dosa ketidakkudusan.

Pada bab terakhir dalam bagian kedua ini, inilah puncak dari buku ini.  Struthers mengajak setiap pria yang jatuh ke dalam pornografi untuk merangkai ulang kembali pikiran dan cara mencapai pengudusan.  Struthers memberikan aplikasi yang sangat mendarat yang dapat diaplikasikan oleh pembaca bukunya yaitu dengan cara pengakuan dan pencerahan. Dalam bagian ini Struthers mengajak setiap pria yang jatuh untuk mengaku dosa-dosa mereka dan mencari pembimbing yang dapat membimbing mereka, serta mengecek seluruh pola kejatuhan mereka dan mengevaluasinya secara obyektif. Pada bagian akhir ini, Struthers mengajak pria-pria untuk mendambakan kekudusan yaitu ketagihan akan kekudusan.

Dalam menjelaskan serta memaparkan bukunya, Struthers menggunakan data-data yang valid berdasarkan survei yang dilakukannya sendiri atau menggunakan data-data dari sumber-sumber yang dicari.  Oleh karena itu dapat dilihat bahwa setiap babnya, Struthers mencantumkan daftar pustaka dari buku yang dikutipnya. Kurang lebih 111 buku yang digunakan Struthers untuk menyelesaikan buku ini. Selain itu, Struthers juga menggunakan penggalian data-data Alkitab yang benar dan sederhana dalam menunjukkan kesimpulannya (seperti manusia diciptakan segambar dan serupa Allah).

Buku ini sangat baik dalam menjawab kebutuhan pria yang sedang bergumul dalam mengejar kekudusan hidup. Pembahasan menggunakan kalimat yang sangat mendarat bagi kaum muda. Namun melihat keutuhan buku ini, ternyata dilihat bahwa bab tentang maskulinitas terlalu melebar, dan menunjukkan ketidakfokusan Struthers dalam membahas pornografi.  Struthers sampai membahas perbedaan maskulinitas dan feminitas, namun baru menyentuh isu pornografi saat kesimpulan. Hubungan antara maskulinitas belum dipaparkan secara jelas hubungannya dengan seksualitas.

Terlepas dari adanya ketidakfokusan pembahasan dalam buku ini, harus diakui bahwa buku ini sangat baik untuk dibaca bagi kaum pria yang memiliki pergumulan pornografi dalam mengejar kekudusan hidup.  Buku ini cocok dibaca oleh kaum muda yang memahami bahasa pendidikan karena di dalamnya terdapat kata-kata yang cukup sulit, namun tidak menutup kemungkinan untuk orang yang tidak berpendidikan dapat membaca buku ini dengan bab-bab yang sudah diseleksi.

(Ditulis oleh Fernandes - @nandeslim)

7 comments

Write comments

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^