Papua : Negeri Samba Sepakbola Indonesia

10:08 AM 13 Comments A+ a-


Papua merupakan pulau paling timur dari Negara Republik Indonesia. Dalam sejarahnya, pada waktu masa pemerintahan Hindia Belanda nama Papua adalah Nugini Belanda. Setelah pemerintan Indonesia mengambil alih pada tahun 1 Mei 1963 nama Nugini Belanda menjadi Provinsi Irian Barat dan berganti nama menajadi Irian Jaya pada masa pemerintahan Soeharto.

Jumlah populasi Papua pada tahun 2010 adalah 2.851.999 orang, atau hanya 1.2% dari total populasi Negara Republik Indonesia yang mencapai 237.556.363, Jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan dengan Provinsi Jawa timur (37.476.757) atau Jawa Barat (43.053.732). namun dari jumlah populasi yang sangat kecil tersebut Papua tidak prnah habis untuk menghasilkan pemain-pemain yang potensial dan berpengaruh bagi pesepakbolaan Nasional, sebut saja Timo Kapisa, Johannes Auri, Hengki Rumere, Elly Eiboy, Eduard Ivakdalam, Boaz Sallosa, Patrich Wanggai, Titus Bonai, sampai Yohanes Pahabol yang pada musim 2011/2012 bersinar untuk klub Persidafon dengan mencetak 15 gol. Bahkan Boaz Salossa Pada musim 2008/2009 dan 2010/2011 menjadi pemain terbaik dan Top Skor Kompetisi Sepak Bola Indonesia.

Julukan Samba Sepakbola Indonesia layak disematkan bagi pesepakbola Papua, dikarenakan cara bermain dan gaya permainan para pemain Papua yang sangat menarik untuk dilihat, bagaikan tarian Samba yang popular di Negeri Brazil  Tidak bisa dipungkiri bahwa pemain-pemain Papua di anugerahi Skill dan teknik dalam mengolah bola sangat baik dengan ditunjang fisik yang sangat prima. Pemain yang sangat fenomenal bagi pesepakbola Papua adalah Boaz Sallosa, Pemain yang memulai karir tim nasional pada usia 17 Tahun pada saat Piala Tiger 2004 dan  dijuluki "Golden Boy" dari Papua. Sayang karir Boaz Sallosa sempat hampir berakhir di kaki pemain Hongkong pada saat uji coba Internasional. Dan Jangan di lupakan pula pesepakbola Papua yang bernama Elie Eboy, Yang saat membela tim nasional Indonesia di Piala Asia 2007 di Jakarta menjadi pencetak gol satu-satunya saat menghadapi Arab Saudi yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Arab Saudi dan menjadi satu-satu pemain Papua yang  merebut treble winner buat tim diluar negeri saat membela Selangor FC pada musim 2005/2006.

Pada kompetisi tertinggi Liga Indonesia, Papua diwakili oleh 3 tim yaitu Persidafon, Persiwa dan Persipura Jayapura. Mereka adalah tim-tim yang sangat kompetitif dalam sepakbola Indonesia. Namun dari 3 tim tersebut persipura Jayapura lebih menonjol dalam segi prestasi. Tim yang dijuluki Mutiara Hitam ini mampu merebut gelar Liga Indonesia pada tahun 2005 dan semi finalis Liga Indonesia 2007. Dan pada ketika Liga Indonesia beralih menjadi Super Liga Indonesia, Persipura mampu merebut gelar Juara tahun 2008/2009 dan 2010/2011 dan menjadi runner up tahun 2009/2010 dan 2011/2012, dan menjadi satu-satunya tim papua yang meraih prestasi paling baik di pesepakbolaan Indonesia pada periode 2000an. Dan di level Asia, tarian samba Persipura mampu menacapai perempat final AFC Cup sebelum kalah dari Arbil FC. Inilah prestasi yang membanggakan bagi pesepakbolaan Papua dan Indonesia.

Ada pertanyaan yang cukup mengelitik yang pernah dilontarkan. “Bagaimana jika suatu saat Papua memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk tim nasional sendiri? Apakah ‘Timnas Papua’ mampu mengalahkan Timnas Indonesia? “ Jawabannya adalah tentu saja bisa dan mungkin bisa lebih baik dari timnas Indonesia jika kisruh PSSI tidak berakhir.  Semoga hal itu tidak pernah terjadi.

Dengan melihat pembinaan yang terus semakin baik di Papia maka Tarian-tarian samba pesepakbola Papua akan terus bersinar melihat bakat-bakat alam yang tidak pernah habis di tanah papua. Tidak ada alasan bagi PSSI untuk mengabaikan perkembangan pemain muda sepakbola Papua. Dan sebagai penikmat sepakbola tentu sangat bangga dapat menyaksikan indahnya tarian samba sepakbola Papua.

(Ditulis oleh Michael - @mike_Oo)

13 comments

Write comments
Apr 18, 2016, 6:29:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^