Kuliner Emperan : Rugi loe, kalo ga coba! :p

7:49 PM 9 Comments A+ a-


..."Buatku semua orang baik
Buatku semua orang cakep dan pintar
Dan..
Buatku semua makanan enak "...

Rasanya semua makanan yang aku lihat dan makan itu enak tidak peduli makanan itu ada dimana tempatnya bisa jadi di restoran bahkan di emperan. Mataku hijau kalau ada makanan dan ga pernah nolak kalau harus jadi “tempat sampah” karena aku melihat makanan sisa itu sayangggg banget. Masih banyak orang yang belum bisa makan seperti aku maupun teman-teman.  Jadi walaupun perutku kenyang, rasanya masih ada space untuk menampung makanan yang ada di depanku.

3 minggu lalu, aku lewat Jalan Mahakam – Kebayoran Baru dan melihat jajaran restoran Jepang – Korea yang bertengger di sepanjang jalanan itu. Jadi teringat ketika magang pertama kali di Jakarta tahun 2008 yang lalu. Dulu, rasanya pengen banget bisa makan disana tapi uang masih cekak jadi tidak pernah berani masuk ke restoran itu. Setidaknya jaman itu, aku berhasil cicip makan di jajaran restoran emper yang terkenal banget dengan sebutan Gultik (Gulai Tikungan). Sampai sekarang jajaran penjual itu masih bertengger disana malah bertambah banyak saja yang jual. Kata beberapa teman, rasa dan porsinya sama saja tidak ada bedanya antara penjual yang di ujung kanan ataupun kiri. Emang bener sih rasanya sama aja dan porsinya yang terasa bagai cemilan di perutku hehehe.  Menghabiskan sepiring gulai tidak perlu lama, cukup dalam hitungan menit dengan begitu mulut akan dengan refleks bilang, “satu lagi bang!”. Duduk di Gultik tidak afdol rasanya kalau hanya menghabiskan 1 (satu) piring saja ya setidaknya kalian bisa makan 2 – 3 porsi gulai. Harganyapun tidak terlalu mahal hanya Rp 9.000,- (plus Teh Botol) / porsi. Masih cukup lah kantong anak kos..

Satu lagi tempat makan yang paling aku suka di Jakarta, Soto Ayam Surabaya di pojok Pasar Slipi. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari kantorku yang lama hampir setiap hari aku makan di sana. Hingga pindah tempat kerjapun, aku masih sesekali makan di tempat ini. Bau koya dan rasa kaldu yang pas cukup buatku untuk melepas rindu dengan makanan Surabaya. Harap dicatat selain enak, porsinya yang banyak membuatku suka kembali ke tempat ini. Apalagi kalau ditambah dengan logat Suroboyoan ga hanya banyak porsinya tapi harga yang diminta oleh Pak Joko murah sekali hanya Rp 9.000 lengkap dengan kerupuk dan aqua gelas hahahha. Murah bukan?

Buatku makanan itu tidak perlu melihat dimana tempatnya yang penting harga dan porsinya yang oke buat perut.  Walau tidak jarang , aku suka tertipu dengan warna-warni buku menu tapi tidak apalah itu namanya hidup. Semakin sering kamu salah, semakin banyak kamu menemukan banyak makanan dan murah di dunia ini. So, Jangan pernah takut buat mencoba sesuatu yang baru  dalam hidup terutama yang namanya makanan. Kata Mama : Rugi loe, kalo ga coba!  :p

(Ditulis oleh Nita - @akuneeta)

9 comments

Write comments
Gege Dai
AUTHOR
May 31, 2016, 12:50:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^