Kredibilitas: Sebuah Pondasi Kepemimpinan (1 of 2 Series)

5:35 PM 7 Comments A+ a-


Menjadi pemimpin yang amanah berarti menjadi pemimpin yang kredibel. Dalam bahasa Indonesia secara umum kata amanah seringkali disamakan dengan kata kredibel. Oxford Dictionary mendefinisikan kata credibility sebagai the quality of being trusted and believed in. Sehingga bisa dilihat bahwa ada korelasi antara amanah dan kredibilitas.

Bila kita tinjau sebenarnya kepemimpinan adalah the art of influencing dan controlling. Proses atau upaya mempengaruhi orang lain agar mau bertindak secara sukarela mengikuti atau mengerjakan sesuatu yang dikehendaki pihak yang mempengaruhi. Proses itu hanya dapat dilakukan dengan efektif melalui keteladanan. Seorang pemimpin harus memiliki pandangan ke depan dan mampu berpikir secara rasional, berjiwa besar sehingga mampu bersikap rendah hati yang senantiasa membuatnya mawas diri. Berani bertindak tegas dan peduli terhadap masyarakatnya.

Dalam kaitannya dengan kredibilitas yang menarik hasil penelitian beberapa pakar American Management Association, menunjukkan bahwa  integritas dan kredibilitas adalah kualitas yang paling esensial dari kepemimpinan dalam dunia bisnis moderen. Ram Charan seorang business guru, penulis buku Leadership in the era of economic university mengatakan, di waktu sekarang yang pertama dan terutama adalah mendemonstrasikan integritas personal dan mempertahankan kredibilitas personal. Banyak pemimpin kehilangan integritas mereka dan menghancurkan kredibilitas mereka ketika mereka jatuh dalam pencobaan dengan mengambil jalan pintas ketika mereka melakukan tugas tidak menyenangkan.

Kredibilitas adalah pondasi dari kepemimpinan, pepatah mengatakan if people don’t believe in messanger, they won’t believe the message. Ini adalah hal terpenting dalam kepemimpinan yang harus dipraktekan in good times maupun in bad times. Dalam saat-saat yang sulit kredibilitas dan integritas menjadi krusial. Kredibilitas bukanlah kondisi di mana para pemimpin dapat bekerja otomatis atau semau hati seperti menyalakan atau mematikan lampu  saat dibutuhkan, ini adalah hal yang harus dikerjakan 24/7/365, alias everday and everytime.

Para pemimpin memerlukan banyak waktu untuk membangun kredibilitas, dan harus berhati-hati menjaganya karena hal ini dapat hilang secara instant. James M. Kouzes dan Barry Z. Posner, penulis buku CREDIBILITY: how leaders gain and lose it., why people demand it, menuliskan bagaimana mendapat cara mendapatkan kredibilitas serta bagaimana mendapatkannya kembali ketika para pemimpin gagal atau kehilangan kredibilitas. Mereka mewancarai lebih dari 100 ribu responden dalam 30 tahun terakhir dalam semua bidang. Hasil penelitian mereka konsisten dengan temuan mereka yang dilakukan dua dasawarsa lampau. Hasilnya kembali menunjukkan bahwa pondasi utama kepemimpinan adalah kredibilitas, yang terdiri dari kejujuran, kompetensi, kemampuan menginspirasi, dan berpandangan ke depan.

Seorang pemimpin yang kredibel akan membuat anggotanya merasa bangga menjadi bagian dari organisasi, menjadi bersemangat, memiliki rasa komitmen serta loyalitas dan rasa saling memiliki terhadap organisasi. Sebaliknya pemimpin yang memiliki kredibilitas rendah akan membuat anggotanya bekerja hanya pada saat diawasi, termotivasi hanya oleh uang dan materi semata, serta merasa tidak betah menjadi anggota tersebut.

Dari semua penjelasan di atas sangat menegaskan pentingnya kredibilitas dalam kepemimpinan. Lalu mungkin kita bertanya secara praktikal bagaimana kita bisa mendapat atau melatih kredibilitas ? hal tersebut bisa kita lihat pada artikel berikutnya. J

(Ditulis oleh Nandasetya - @nandasetyakk7)

7 comments

Write comments
Apr 18, 2016, 6:29:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^