Kanibalisme Sepakbola Indonesia

11:50 AM 12 Comments A+ a-


Kanibalisme merupakan suatu fenomena yang terjadi dimana suatu makhluk hidup memakan makhluk hidup lainnya, sebagai contoh harimau memakan anak harimau, tikus memakan anak tikus bahkan manusia memakan manusia. Kisah kanibalisme yang pernah terjadi di dunia adalah kisah Armin Meiwes yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2001, 2 orang pria dewasa, Armin Meiwes dan Brandes menuju ke tempat tidur dan menelan 20 pil tidur dan kemudian Meiwes dengan persetujuan dari Brandes memotong alat kelaminnya dan kemudian mereka menggoreng dan memakan bersama-sama. Singkat cerita, menjelang pagi hari Armin Meiwes membunuh Brandes dengan memotong leher dan kemudian memutilasi tubuh Brandes dan menyimpanya didalam lemari pendingin. Dalam beberapa minggu Armin Meiwes memasak 20 kg daging Brandes dengan minyak Zaitun dan Bawang Putih.

Itulah secuil cerita kanibalisme yang pernah terjadi di dunia. Dan pada saat ini kisah ‘kanibalisme’ seolah terjadi pada pesepak bolaan Indonesia yang dilakukan PSSI versi Djohar Arifin dan PSSI hasil dari KLB Ancol versi La Nyala Matalitti. Dimana kedua kubu tersebut sedang saling ‘memutilasi’ dan ‘menggerogoti’ satu sama lain tanpa memikirkan dampak besar yang terjadi pada pesepakbolaan Indonesia akibat aksi ‘kanibalisme’ antar dua kubu tersebut atas persepakbolaan Indonesia. Mereka saling menyalahkan, saling menjatuhkan, bahkan saling menghukum dan pada akhirnya korban dari bentuk ‘kanibalisme’ yang dilakukan oleh kedua kubu tersebut adalah sepak bola itu sendiri.

Fenomena Gunung es
Kisah ‘kanibalisme’ yang terjadi pada pesepakbolaan Indonesia pada saat ini bagaikan fenomena gunung es, di mana konflik yang terjadi hanya tampak pada ujung gunung es yang muncul pada permukaan , namun disadari atau tidak, akibat dari ‘kanibalisme’ yang terjadi sudah mencapai dasar dan siap untuk menghancurkan seluruh segi dari pesepakbolaan Indonesia mulai dari pembinaan, kompetisi, dan berujung pada hancurnya prestasi sepakbola Indonesia di level internasional.

Alarm-alarm kehancuran sepak bola Indonesia sudah mulai terdengar sangat keras. Salah satu alarm tersebut adalah kekalahan memalukan timnas Indonesia atas Bahrain dengan skor 10-0, kekalahan tersebut merupakan sejarah kekalahan terbesar Indonesia setelah kekalahan 0-9 atas Denmark di Kobenhaven pada 3 September 1974. Alarm lainnya yang bisa didengar adalah tren menurunnya peringkat FIFA timnas Indonesia. Dimana per 11 April 2012, peringkat Indonesia berada pada posisi 151 yang dibandingkan dengan tahun lalu Indonesia pernah menduduki peringkat 137 (Juli 2011), Bahkan rekor terbaik Indonesia pada posisi 76 pada September 1998.

Alarm-alarm ini seharusnya sudah diketahui oleh para pengurus PSSI  dan mereka sadar akan kondisi ini, dimana kalau kondisi ini semakin dibiarkan maka sepak bola Indonesia akan terjun ke dalam jurang terdalam dan itu berarti menghancurkan semua harapan dari jutaan pencinta sepakbola Indonesia untuk melihat Indonesia berprestasi.

PSSI Djohar Arifin dan PSSI – KLB harus segera menghentikan ‘Kanibalisme’ ini demi kemajuan sepakbola Indonesia. Dan itu menjadi teriakan dan Harapan dari pecinta sepakbola Indonesia. 

artikel ini telah dimuat di Harian Bola
(Ditulis oleh Micahel O - @Mike_Oo)

12 comments

Write comments
Apr 18, 2016, 6:27:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar
Gege Dai
AUTHOR
May 31, 2016, 12:42:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar
Abel Ahar
AUTHOR
Oct 20, 2016, 12:20:00 PM delete

Here we present to introduce to all visitors in this great blog. and thank you for allowing me .

cara menggugurkan kandungan
obat aborsi
tanda tanda kehamilan

Reply
avatar

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^