Adam : Perwakilan Allah untuk Memelihara Bumi (Series 2 of 3)

11:01 AM 3 Comments A+ a-


Secara tidak langsung kita melihat Adam melakukan go green.

Dalam bukunya For the Beauty of The Earth, Steven Bouma menulis “We must learn to know creation as Adam began know it”. Adam melihat alam yang diciptakan Tuhan amat baik, semuanya adalah milik Tuhan bukan miliknya. Adam sadar dirinya hanya partner Allah dalam mengelola taman Eden. Adam mengelola taman itu dengan baik karena ia begitu mengasihi Allah dan mengasihi ciptaan Allah. Adam selalu berpikir, “Kalau Allah saja memandang sangat baik ciptaannya (baik manusia dan non manusia), maka saya akan mengelola dengan sebaik-baiknya karena pekerjaan ini adalah kepercayaan dan tanggung jawab yang sudah diberikan oleh Allah.”

Perintah Tuhan kepada Adam di awal kehidupan manusia banyak diisi dengan perintah-perintah dalam hal berelasi dengan ciptaan non manusia. Yang pertama, “berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi (Kej. 1:28)." Kedua, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kej. 2:15). Ketiga, “dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu (Kej. 2:19)".
Dapat dilihat Allah menginginkan manusia berelasi dengan baik dengan ciptaan-ciptaan lainnya.  Hal yang sama berlaku pada setiap manusia yang adalah keturunan Adam.  Manusia mendapatkan perintah dari Allah untuk mengasihi ciptaan Allah. Hal ini dapat dilihat dari tiga aspek perintah Allah. Allah rindu manusia yang diciptakannya dapat menjadi perwakilan-Nya dalam mengelola dunia ini dengan baik. Adam memahami benar maksud Allah untuk menjadi perwakilan-Nya di bumi. Adam dapat melihat dan memahami hati Allah yang memiliki kerinduan untuk memeliharadunia yang sudah diciptakannya.

(Ditulis oleh Fernandes - @nandeslim)