A Brief of Indonesia Energy Crisis; Efficient Energy Usage

9:14 AM 11 Comments A+ a-


Solusi Krisis Energi: Hemat (Penggunaan) Energi
Jika solusi pertama berfokus pada pencarian atau pemamfaatan alam untuk mem'produksi' energi, maka solusi kedua merupakan solusi praktis yang bisa dilakukan oleh masyarakat awam dalam meng'konsumsi' energi. Ada banyak cara untuk menghemat konsumsi energi. Salah satu fokus dalam penghematan energi adalah listrik dan lingkungan hidup. Berikut apa yang bisa kita kerjakan.

Listrik
Prinsipnya adalah padamkan yang tidak perlu, gunakan seperlunya dan nyalakan yang hemat energi. Salah satu kebiasaan yang paling mudah adalah  matikan lampu dan peralatan elektronik (lampu, televisi, komputer, stereo, mesin cuci, oven, hingga video game) jika kita tidak menggunakannya. Bila tidak diperlukan (saat makan siang, rapat, pulang kantor) jangan meninggalkannya dalam keadaan stand-by karena alat-alat tersebut masih meng'konsumsi' listrik. Gunakan lampu hemat energi yang terang (bukan bohlam lampu pijar) dan barang elektronik yang hemat listrik. Cabut charger ponsel saat indikator energi hp sudah penuh.

Selain hal-hal di atas yang paling harus diperhatikan adalah penggunaaan Air Conditioner (AC). Faktanya, lebih dari 50% konsumsi energi listrik di rumah adalah untuk alat penyejuk udara atau air conditioner (AC). Di kantor, angka ini naik hingga 70%.  Realitanya, jaman sekarang ini sudah sulit untuk tinggal di rumah khususnya di daerah perkotaan yang dibangun dengan menggunakan ventilasi alami tanpa AC. Seringkali kita terpaksa menggunakan AC karena tidak tahan akan panasnya udara. Menurut BPPT, AC 600 watt  yang menyala satu jam setiap harinya menghasilkan emisi sebesar  160 Kg CO2 per tahun dan itu sama dengan memboroskan biaya sekitar Rp. 130.000,-/tahun. Untungnya, banyak sekali langkah yang dapat kita terapkan untuk menghemat penggunaan AC. Beberapa di antara cara menghemat AC dan fakta di dalamnya  adalah:

· Pilih AC hemat energi 

AC harus mampu menyejukkan ruangan secara cepat, dengan ukuran evaporator pendingin dan kipas yang lebih besar, maka akan lebih cepat mendinginkan ruangan secara alami dan seimbang.

· Pilih AC dengan freon yang ramah lingkungan 

Freon adalah bahan cair yang menghasilkan dingin dalam ACnya. Pilih AC dengan freon yang ramah lingkungan seperti R141.
· Tentukan Kapasitas AC (PK) sesuai kebutuhan
Sering terjadi, konsumen membeli AC dengan kapasitas (PK) yang lebih besar dari kebutuhanya, sehingga tidak efisien dan boros energi. Alhasil, tagihanya naik terruusssss! Maka pilih kapasitas AC yang tepat, dengan acuan kapasitas berkisar antara 600 BTU/jam/m2. (Greenlifestyle)

· Pakai timer agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan 
AC tidak perlu dipakai sepanjang kita tidur. Sebaiknya hidupkan AC seperempat jam sebelum saat tidur, dan timernya diatur selama 1-2 jam mati otomatis. Kalau ACnya sudah mati, ruangnya akan tetap dingin selama beberapa jam kemudian. Untuk siang hari, usahakan mematikan AC, jika akan meninggalkan ruangan dalam waktu relatif lama.

· Atur suhu AC dengan thermostat. 
Untuk aktivitas sehari-hari, atur suhu AC yang paling optimal dari sisi kenyamanan dan pemakaian energi (tidak lebih dingin dari 25 °C), yaitu 3-5°C lebih rendah dari suhu di luar ruangan). Setiap kenaikan temperatur 1°C dapat menurunkan konsumsi energi sebesar 3-5% (BPPT).

· Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur
Dengan memelihara AC secara rutin, kamu mampu menghemat listrik sampai dengan 20%. Energi yang dikonsumsi peralatan pendingin akan lebih rendah 10% pada kondensor yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Terganggunya sirkulasi udara karena debu yang menumpuk menyebabkan kondensor mengkonsumsi lebih banyak listrik. (Greenlifestyle)

Lingkungan Hidup
Melakukan penghematan dalam aspek lingkungan hidup bicara tentang bagaimana kita mengefesienkan 'sampah'. Salah satunya dengan menghemat sampah plastik. Sudah banyak orang yang mendiskusikan tentang pentingnya mengurangi pengunaan kantong plastik. Tapi berapa banyak yang sudah betul-betul berhenti memakai kantong kresek saat belanja?

Hal yang bisa kembangkan menjadi kebiasaan adalah menggunakan kantong plastik yang bisa dipakai ulang (Ziploc atau mesh bag)  atau beli tas yang mudah dilipat dan dibawa ke mana-mana. Ingatkan kasir bahwa kamu tidak perlu kantong kresek. Biasanya kasir secara otomatis memasukkan belanjaan si pembeli ke dalam kantong kresek. Saat akan membayar, katakan kalau kamu tidak membutuhkan kantong plastik, sambil menunjukkan tas belanja yang sudah kamu bawa. Jika lupa membawa tas belanja dari rumah, masukkan belanjaan ke dalam ransel, tas atau kantong celanamu. Jika hanya membeli produk yang berukuran kecil dan dalam jumlah sedikit, seperti permen, odol, sabun, baterai, atau air kemasan, bawa saja dengan tangan, atau masukkan ke dalam kantong celana atau tas.



Selain kebiasaan menggunakan kantong plastik, beberapa hal dalam rangka konservasi lingkungan juga perlu dilakukan seperti menanam pohon di halaman rumah. Pohon besar dapat menahan angin keras, panas matahari langsung, dan menyerap karbon. Sebisa mungkin pilih yang sedikit menyerap air. Batasi penggunaan kertas ketikan sedang menggunakan printer.  Cetaklah di kertas bolak balik atau gunakan kertas bekas yang salah satu sisinya masih masih kosong. Makin banyak kertas atau tisue dipakai, makin banyak pohon ditebang. Sebelum membeli barang, cek apakah terdapat logo daur ulang yang menunjukkan bahwa produk itu dapat didaur ulang. Dan last but  not least  sumbangkan baju bekas layak pakai kepada orang lain yang lebih butuh daripada ditumpuk di lemari pakaian.
Smoga Bermanfaat J

(Ditulis Oleh Nandasetya - @nandasetyakk)

11 comments

Write comments
Apr 18, 2016, 6:29:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar
Gege Dai
AUTHOR
May 31, 2016, 12:42:00 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

Tinggalkan komentar anda untuk tulisan ini ^^