Fokus Hamba Tuhan: Kenal Tuhan, Kenal Diri, Tahu Diri


Saudara, tahu wiper mobil? Itu adalah alat di mobil untuk membersihkan kaca mobil dari kotoran. Alat ini begitu penting, apalagi saat hujan. Tanpa wiper mobil, maka mobil akan kehilangan arah dan bisa nabrak. Perjalanan kita sebagai hamba Tuhan juga memiliki jalan yang penuh dengan tantangan dan hambatan, dan seringkali kita membutuhkan wiper untuk membersihkan kotoran-kotoran di hidup kita sehingga kita dapat kembali melihat dengan jelas jalan hidup kita sebagai hamba Tuhan.

Berapa banyak hamba-hamba Tuhan yang awalnya masuk sekolah teologi dengan hati yang tulus, namun sekarang hanya digerakkan oleh fulus? Berapa banyak hamba Tuhan yang saat ini sibuk melayani untuk mendapatkan posisi dan prestasi dibandingkan mengerjakan misi? Berapa banyak Hamba Tuhan yang sikut sana sikut sini karena iri hati?

Saudara, ketika fokus hamba Tuhan sudah tidak jelas, mengaburkan identitas, maka akan mengaburkan seluruh aktivitas yang dilakukan. Bagaimana Paulus melihat fokus dirinya sebagai hamba Tuhan ? Mari kita sama - sama belajar dari Filipi 3 : 1 - 11.

Penjelasan
  1. Filipi adalah kota pertama di Eropa yang Paulus kunjungi setelah ia melewati Laut Aegea dari Troas.
  2. Paulus sedang di penjara saat menuliskan surat Filipi (1:7, 13,16).
  3. Dari beberapa referensi seperti internal kitab Filipi tentang penggambaran ‘seluruh istana’ (1:13) dan ‘istana Caesar’ (4:22), dan referensi dari Marcion (Uskup abad 1), Paulus menulis kitab Filipi di Roma (A.D. 60-62), sama dengan penulisan surat Efesus, Kolose, dan Filemon.
  4. Di ayat 1b, Paulus “menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.” Paulus menjelaskan melakukan ini adalah pelayanan yang penuh sukacita, suatu pekerjaan yang menyenangkan.
  5. Frasa “memberi kepastian kepadamu” diambil dari Yun. ὑμῖν δὲ ἀσφαλές yang artinya “bagi kamu ini ajaran yang aman untuk kamu (jemaat Filipi ikuti). Paulus memposisikan dirinya sebagai safeguard bagi jiwa-jiwa di Filipi.
  6. Saudara, dari bagian ini kita dapat belajar bahwa sebagai hamba Tuhan, kita juga sebagai safeguard bagi orang-orang yang kita layani. Seringkali membuat kita cape melayani mereka (apalagi mereka yang bandel), tetapi kita belajar dari Paulus yang melakukannya bukan sebagai beban tetapi sebagai sukacita karena dipercaya sebagai safeguard.
  7. Apa yang terjadi di jemaat Filipi?
    1. Adanya para pengajar yang melayani demi kepentingan sendiri (1:15-17), 
    2. ada juga yang bertikai antar jemaat yang mengancam keesaan gereja (4:2), 
    3. ada para pengajar palsu dengan ajaran yang merupakan seteru salib Kristus (3:2,3,18,19). 
    4. Sebagian dari jemaat pun harus berjuang untuk memperoleh pangan dan papan (4:19).
    5. Penganiayaan terjadi di luar dan berbagai masalah terjadi di dalam.
  8. Kalau boleh saya simpulkan ada 2 kata penting di dalam jemaat Filipi, yaitu rejoice dan selfishness (pementingan diri sendiri). Ketika mementingkan diri sendiri muncul di dalam jemaat Tuhan maka akan kehilangan sukacita yang sejati.
  9. Paulus berkata di dalam ayat yang ke 2, “hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu.” Kata “hati-hati” diambil dari kata Yun. Βλέπετε diulang 3x, dan ditambah dengan akusatif kata benda. Paulus memberikan ekspresi retorika yang mendalam mengenai problem ini yang perlu diperhatikan bagi jemaat-jemaat di Filipi. Disini Paulus tidak banyak kesan menggerakkan jemaat Filipi untuk melawan mereka tetapi lebih kepada mengenal, mempelajari mereka, dan menghindari kepercayaan mereka dan praktek-praktek ibadah mereka. Gordon Fee (Ahli PB) berkata orang-orang ini juga adalah orang-orang yang ada di antara mereka.
  10. Dalam kebudayaan Yahudi, anjing adalah binatang yang najis yang merujuk kepada kaum gentiles. Dari ketiga jenis orang yang Paulus katakan, dapat disimpulkan bahwa Paulus sedang menunjuk kepada 1 kelompok orang yaitu: Judaizer (orang-orang Kristen Yahudi yang memaksa orang-orang Kristen melakukan hukum Yahudi.
  11. Kata penyunat-penyunat palsu bukan sekadar penyunat biasa, tetapi mutilator, jadi seperti nabi-nabi Baal yang menyiksa dirinya saat penyembahan kepada allahnya, dan ini merupakan kekejian bagi Tuhan. 
KENAL TUHAN
  1. Di ayat yang ke-3 Paulus menjelaskan bukan mereka tetapi “kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.” 
  2. Paulus mengerti bahwa Tuhan sebagai inisiator dalam memilih kita menjadi orang-orang pilihan-Nya yang beribadah kepada Allah dan hanya bermegah dalam Kristus Yesus. Semua karena inisiatif Allah.
  3. Bagaimana Paulus bisa melihat bahwa “pengenalan akan Tuhan” itu paling berharga? Ay. 9: “bukan dengan kebenaranku sendiri tetapi kebenaran yang Allah anugerahkan.” Paulus telah mendapati dirinya mendapat anugerah Allah yang luar biasa.
  4. Dapat mengenal, melayani Kristus adalah sukacita yang tertinggi yang dirasakan oleh Paulus. Paulus sadar betul dia ini hanya siapa di hadapan Tuhan, hanya ciptaan yang kecil yang dapat anugerah untuk mengenal dan melayani sang pencipta yang begitu besar.
  5. Pengenalan bukan sekedar pengenalan biasa, pengenalan secara pribadi. Di ayat ke-8, Paulus berkata: “pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku.” Kata “Tuhanku” begitu personal. 
  6. Bahkan di ay. 10, Paulus menyatakan tujuan hidupnya dan fokus utama yaitu: “mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” 
  7. Bukan hanya sekedar mengenal berhenti di pengetahuan (kognitif), tetapi Paulus juga mengalami Tuhan di dalam hidup-Nya. Hatinya adalah hati Tuhan, kehendaknya adalah kehendak Tuhan.
  8. Fokus Paulus jelas: Paulus makin kenal dan makin mengalami Tuhan, dalam seluruh pelayananya difokuskan supaya ia maupun orang-orang yang dilayaninya makin kenal Tuhan.
  9. Saudara, saat praktik 1 tahun ini sering kali saya kehilangan fokus dalam panggilan saya menjadi hamba Tuhan, sering kali jadwal pelayanan yang ada, serta tanggung jawab mengikis fokus utama saya untuk mengenal dan memperkenalkan Tuhan. Saya cuma sibuk kerjain program, tanpa bertanya Tuhan sebenarnya mau apa ya dari yang saya kerjakan. Ada kalanya kotbah yang saya lakukan, saya rasa sendiri kering. Namun, perenungan ini mengingatkan fokus saya untuk mengenal Tuhan dan memperkenalkan Tuhan. 
  10. Perenungan:
    1. Apa yang jadi fokus kita saat ini baik di dalam studi di tempat ini maupun saat kita melayani? Apakah kerinduan kita masih sama seperti saat kita baru pertama kali masuk ke tempat ini untuk makin kenal Tuhan lebih dalam? Atau fokus kita sudah melenceng, buru-buru ingin cepat lulus, atau ada suatu agenda pribadi yang kita simpan di dalam hati kita yang kita kejar saat ini.
    2. JI Packer berkata: “Kita bisa mengetahui banyak hal tentang kesalehan tanpa mengenal Allah? Artinya adalah kita dapat saja mengetahui cara-cara untuk hidup saleh sebagai contoh cara-cara untuk berdoa, cara-cara berpuasa, dan cara-cara untuk memberi persembahan namun kita tidak memahami esensi kita berdoa, berpuasa dan memberikan persembahan.  Kita bisa saja melakukan hal-hal rohani tanpa memahami esensi dasarnya yaitu untuk memuliakan Allah dan berelasi dengan Allah.  Kesalehan tanpa Allah di dalamnya adalah hal kosong dan sia-sia.”
      1. Ciri-ciri orang yang mengenal Allah:
      2. Memiliki Hasrat yang besar untuk berelasi pribadi dengan Allah
      3. Memiliki Rasa Kagum yang besar dengan Allah 
      4. Memiliki Keberanian yang besar bagi Allah
      5. Memiliki Kepuasan yang besar di dalam Allah
    3. Paulus punya relasi pribadi dengan Tuhan, bagaimana relasi pribadi kita dengan Tuhan saat ini?

KENAL DIRI – TAU DIRI
  1. Ketika Saudara di mobil punya wiper, dan S kasi tau fungsinya untuk membersihkan kotoran dan air. Namun seandainya wiper bisa bicara trus dia bilang gam au, saya mau jadi pajangan aja. S, wiper ini tidak kenal dirinya dan ga tau diri bukan.
  2. Saudara, demikian juga kita semakin kita mengenal Tuhan, pencipta kita, kita akan makin kenal siapa diri kita (karena dia yang paling tahu kita). Semakin kita mengenal Allah, akan semakin rendah hatilah kita karena manusia mengenal fungsi dan posisinya sebagai ciptaan. 
  3. Fokusnya jadi anak Tuhan bukan lagi tentang si AKU tetapi TUHAN. Namun Judaizer-Judaizer ini adalah orang yang menekankan Status dan Prestasi pribadi. 
  4. Ketika Paulus kenal Tuhan maka Paulus semakin mengenal dirinya dengan utuh. Setidaknya ada 7 hal yang Paulus sampaikan kepada Judaizer ini (4 status, dan 3 prestasi). Status: 
    1. disunat pada hari kedelapan (menekankan keyahudian
    2. dari bangsa Israel, 
    3. dari suku Benyamin (termasuk di dalam Israel Selatan yang diangkut ke Babel tanpa mengalami kawin campur)
    4. orang Ibrani asli (anak Ibrani dari orang Ibrani: tidak dipengaruhi oleh helenisme)
    5. Prestasi:
      1. tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 
      2. tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, 
      3. tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
  5. Kemudian Paulus berkata bahwa apa yang dulunya penting bagi Paulus, baik status maupun prestasi, sekarang Paulus anggap rugi karena Kristus.
  6. Paulus melanjutkan, “malahan segala sesuatu,” bukan hanya 4 status dan 3 prestasi masa lalunya tetapi segala sesuatu yang dia punya saat itu seperti kebanggaannya sebagai rasul Kristus, gereja-gereja yang dibangunnya, serta surat-surat yang ditulisnya dianggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus.
  7. Paulus juga menyebut hal-hal yang telah ia lepaskan seperti sampah (kotoran binatang)
  8. Seakan-akan Paulus berkata: “Apabila hidup saya tidak seperti yang Tuhan mau maka aku tidak berguna (seperti kotoran binatang).”
  9. Paulus kenal dirinya ada karena anugerah Tuhan, dan ketika ia kenal Tuhan, kenal diri, maka tau diri.
  10. Paulus sadar dirinya bukan pusat dari hidupnya, Paulus sadar dirinya hanyalah orang yang hina, yang kotor, yang sebenarnya tidak layak mendapat anugerah untuk mengenal Tuhan. Di awal-awal pelayanannya, Paulus berkata: “Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.” 1 Kor. 15:9. Di tengah-tengah masa dia melayani, Paulus berkata: “Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,” Ef. 3:8 Di akhir hidupnya, Paulus berkata: “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” 1 Tim. 1:15 Paulus sadar dirinya hanyalah hamba Tuhan, yang mendapat anugerah Tuhan.

Kisah Seorang Misionaris 

CT Studd lahir di Inggris dari keluarga nyaman dan kaya. Pada saat C.T. berusia 16 tahun, ia telah menjadi pemain kriket dan pada usia 19 dia adalah kapten tim di Eton College. Sementara di Eton, setahun setelah ayahnya bertobat kepada Kristus melalui pemberitaan DL Moody tahun 1877, CT dan kedua saudaranya diselamatkan ketika seorang pengkhotbah mengunjungi dan tinggal bersama keluarganya selama liburan musim panas. 

Namun, enam tahun berikutnya dihabiskan dalam keadaan murtad, dimana CT kembali mengasihi  dirinya sendiri dan cintanya kepada Kristus secara bertahap digantikan oleh kasih untuk hal-hal yang ada di dunia. CT terus menerima pendidikan istimewa di Trinity College, Cambridge di mana ia juga diakui sebagai pemain kriket yang luar biasa. Pada umur 20, ia terpilih untuk bermain dalam tim nasional Inggris pada 1882 yang pada saat itu kalah dari Australia dimana rivalitas antara kedua negara ini terkenal dengan tradisi  “Abu”. 

Musim dingin berikutnya ia tur Australia dengan tim Inggris merebut piala juara, tetapi pada 1884 saudaranya George mengalami sakit serius dan ini menyebabkan CT untuk benar-benar mempertanyakan apa yang harus dia lakukan untuk kekekalan. Setelah merenungkan seluruh hidupnya dan prioritasnya, dia sampai kepada kesimpulan, “Aku tahu kriket tidak akan untuk selama-lamanya, dan kehormatan tidak akan bertahan, dan tidak ada di dunia ini akan bertahan, fana. Tetapi hidup  itu akan bernilai ketika kita hidup untuk dunia yang akan datang.” 

Setelah mendengar D.L. Moody, Tuhan tidak hanya memulihkan sukacita keselamatan, tapi CT mulai berbagi iman dengan teman-temannya dan sesama pemain kriket. CT menikmati menginjili dalam lingkaran teman-tamannya sendiri sampai dia mendengar seorang misionaris berbicara tentang kebutuhan pekerja di Cina, ia menjadi semakin “tertawan” oleh panggilan Kristus untuk membawa injil kepada mereka yang belum pernah mendengar tentang nama Yesus.

Tiga tahun setelah tiba di Cina, CT menikah dengan seorang misionaris muda dari Irlandia, Priscilla. Ia melangsungkan pelayanannya di China 15 tahun, Bersama-sama, CT dan Priscilla melayani Tuhan di China dengan total sepuluh tahun sampai pada tahun 1894, setelah menderita banyak kesulitan, kesehatan yang buruk memaksa mereka untuk kembali ke Inggris. Kemudian ke India 6 tahun, setelah itu ke Afrika Tengah.

Bagi CT, itu adalah masalah ketaatan kepada panggilan Allah sehingga dia meninggalkan istri dan empat anak perempuan di Inggris, CT berlayar ke Sudan di jantung Afrika pada tahun 1910, usia 48. CT mendirikan Heart of Africa Mission dan ketika ditantang tentang mengapa dia siap untuk menjalani kehidupan yang sulit, jawabannya (yang sekarang menjadi terkenal) adalah, “Jika Yesus Kristus memang adalah Allah, dan Ia mati bagiku, maka tak ada pengorbanan yang terlalu besar untuk aku lakukan bagi-Nya.” CT Studd

Sebelum saya menyerahkan diri bagi Tuhan saya sempat bekerja di Jakarta. Awalnya saya ga tahu, kenapa ya saya harus kerja dulu kemudian baru menyerahkan diri bagi Tuhan dan masuk STT?Rupanya di dalam pergumulan akhir sebelum masuk STT, saya disadarkan, dan saya merasa di dalam perenungan pribadi Tuhan mengingatkan bahwa, “Des lu uda tau cari uang, cari karir, nanti jadi hamba Tuhan lu uda ga boleh cari itu semua ya.”

Namun apa yang saya pikir sudah saya tinggalkan, ternyata saya pun masih belum lulus ujian. Seringkali kalau orang tanya masa lalu saya, saya rindu menjelaskan lebih dalam, dan mau bilang, “ini gua nandes pernah kerja di perusahaan besar, dan hebat lo bisa ninggalin semua buat Tuhan.”

Saya tanpa sadar mulai ingin menjadi pusat dalam diri saya, saya mendapati diri saya senang dipuji dan dianggap hebat. Latar belakang saya yang sebelumnya masih saya agung-agungkan. Namun melalui perenungan ini saya diingatkan bahwa saya mulai ga tau diri, mulai jadi something dalam hidup ini. Saya lupa sebenarnya saya ini manusia yang hancur-hancuran hidupnya (begitu kotor dan kelam) tetapi Tuhan selamatkan dan Tuhan tolong untuk jadi anak Tuhan bahkan melayani Dia.

Saudara, kita hamba-hamba Tuhan, harta kita satu-satu-Nya hanya Tuhan. Seperti di dalam Ulangan 10:9: “Sebab itu suku Lewi tidak mempunyai bagian milik pusaka bersama-sama dengan saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang difirmankan kepadanya oleh TUHAN, Allahmu.” 

Saudara, kita sudah punya yang terbaik, kita sudah punya Tuhan yang akan terus memimpin, menuntun dan menolong pengenalan kita akan Dia. Inilah fokus sebagai Hamba Tuhan: Kenal Tuhan, Kenal Diri, Tau Diri. Amin.

Fernandes
Seminari Alkitab Asia Tenggara

Providensi Allah Melalui Ketaatan UmatNya


Sebagai anak-anak Tuhan pastinya cerita perumpamaan tentang anak yang hilang sudah familiar kita dengar. Dari cerita itu menurut Saudara, siapa yang hilang? Kalau melihat ceritanya, kita bisa langsung menebak bahwa Si Bungsu-lah yang hilang, karena sudah pergi meninggalkan papa-nya, dan memboroskan harta papa-nya. Namun apabila kita melihat konteks perikop Lukas 15, sebenarnya perumpamaan ini Yesus tujukan kepada orang-orang Farisi dan Ahli Taurat karena mereka bersungut-sungut melihat Yesus bersama-sama dengan orang-orang berdosa. Orang Farisi dan Ahli Taurat itu adalah orang yang tinggal di Bait Allah, tetapi mereka tidak suka ketika Allah dekat dengan pemungut cukai orang berdosa. Penggambaran ini persis sama yang Tuhan Yesus gambarkan di mana Si Sulung tidak suka bahkan bersungut-sungut melihat Bapa-nya kembali menerima Si Bungsu. Maka melihat pemahaman ini Si Sulung pun juga terhilang.
Mengapa Si Sulung juga dikatakan terhilang? Karena walaupun Si Sulung di rumah Bapa-nya namun ia sama sekali tidak pernah MENIKMATI tinggal di rumah Bapa-nya, yang ia pikirkan hanya pesta, dan pesta. “Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku” Luk. 15:29. Fokus hidup Si Sulung bukan menikmati hidup bersama Bapa-nya tetapi hidup dengan menanti kapan Bapa-nya akan membuat pesta bagi-nya.
Apa yang kita bisa pelajari melalui perumpamaan Tuhan Yesus ini? Saudara, penulis melihat seringkali yang terhilang bukan hanya orang-orang yang di luar rumah Tuhan (gereja), tetapi juga bisa yang terhilang adalah orang-orang yang sudah tinggal di dalam gereja, bahkan yang sudah bertahun-tahun melayani di gereja. Si Sulung bertahun-tahun taat, dan melayani Bapa-nya hanya karena ingin diupah yaitu pesta dengan sahabat-sahabat-nya. Hal ini juga sama apabila kita menjadi orang Kristen sama sekali tidak pernah menikmati ketaatan kita kepada Tuhan.
Orang-orang Kristen taat kepada Tuhan karena sebenarnya menunggu upah dari Tuhan, atau memandang Firman Tuhan sebagai Undang-Undang Dasar Peraturan Menjadi Orang Kristen. Kalau kaum ini ditanya kenapa Taat? Maka seringkali jawabannya adalah “Ya harus taat aja, kan uda jadi orang Kristen, nanti Tuhan marah.” Saudara, kalau kita sama Tuhan Cuma gara-gara ingin diupah, dan kita taat sama Firman Tuhan hanya karena kita takut dihukum maka MATILAH IMAN KITA. Maka tidak heran banyak orang Kristen KAPAL SELAM, yaitu orang Kristen yang kadang muncul dan kadang tenggelam. Jadi bagaimana orang Kristen memandang Ketaatan-nya kepada Tuhan? Mari kita belajar dari Yohanes 15:9-11:
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;
tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
            Jikalau kamu menuruti perintah-Ku,
kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,
                        seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

#1. Ketaatan kepada Allah adalah cara Allah untuk kita tetap dapat menikmati Allah dan kasih-Nya di dalam hidup kita. Saudara, maukah kita tiap hari bisa terus hidup merasakan kasih Tuhan? Dengan cara apa kita bisa terus merasakan kasih Tuhan? Tuhan Yesus berkata: Tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Bagaimana caranya “Tinggal di dalam kasih Tuhan”? Saudara, kata “Tinggal di dalam kasih-Ku” muncul 3x pada bagian ini. 2 bagian pertama itu punya bentuk yang berbeda: Bentuk yang pertama, di ay. 9 yang berbentuk kalimat perintah: “Tinggallah di dalam kasih-Ku itu!” Bentuk yang kedua, di ay. 10 “Kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku” mempunyai nuansa masa yang akan datang (future), yaitu akibat dari sesuatu. Uniknya pada dua bagian ini mengapit suatu frase yaitu “Jikalah kamu menuruti perintah-Ku.” Jadi bagaimana kita bisa tinggal di dalam kasih Tuhan? Satu-satunya cara adalah dengan jalan ketaatan kepada Tuhan.
Saudara, Tuhan buatkan kita pagar-pagar ketaatan sehingga kita akan tetap tinggal di dalam rumah yang melimpah dengan Kasih Tuhan (Providensi Tuhan). Saudara, kalau kita punya anak kecil mungkin kita akan berikan aturan-aturan tertentu kepada anak-anak kita, karena mereka ga ngerti. Seperti: Kamu ga boleh main listrik ya, nanti kesetrum; terus kamu ga boleh main dekat tangga nanti jatuh; Kamu ga boleh ke dapur ya. Mengapa kita kasi aturan seperti itu? Karena kita sayang mereka bukan? Dan kita ingin mereka tinggal terus bersama kita. Atau Saudara, ketika misal anak Saudara sudah mulai remaja, dan anak kita mulai belajar merokok, atau melihat pornografi. Kalau Saudara, sayang dengan anak Saudara, apa Saudara tidak berikan pagar-pagar buat anak kita? Atau malah uda ngerokok jangan ya, jangan sebatang, sebungkus kalau bisa. Pornografi gpp nonton aja itu sehat koq.
Saudara, kenapa hanya satu-satunya jalan ketaatan kepada Tuhan untuk dapat tinggal di dalam kasih Tuhan? Pertama, karena kita seperti anak-anak, banyak hal kita begitu terbatas. Kita hanya melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan sudah melihat dalam masa kekekalan. Tuhan lebih tahu. Kedua, Karena Tuhan Yesus sudah pernah mengalaminya. Saudara, Tuhan Yesus selalu memerintahkan sesuatu untuk kita lakukan yang sudah pernah Ia lakukan. “Seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya” (Yoh. 15:10b). Ketiga, karena dengan ketaatan, Tuhan memberikan sukacita hidup yang sejati (inilah yang akan menjadi poin yang kedua tentang alasan mengapa kita dapat menikmati hidup penuh ketaatan kepada Tuhan).
Philip Yancey pun melihat bahwa ketaatan kepada Tuhan sebagai cara Tuhan mengasihi umatNya, di dalam bukunya “Anugrah yang hilang” hal 77-78 mengatakan “Setiap kali saya mengunjungi dokter saya untuk memeriksakan kesehatan saya, ia mengeluarkan satu daftar berisi berbagai pertanyaan yang dalam konteks lain mana pun akan tampak ikut campur. Apakah saya minum alkohol? Seberapa banyak? Bagaimana dengan kopi? Apakah saya merokok? Memakai obat-obatan? Apakah saya aktif secara seksual? Apakah saya berolahraga secara teratur? Saya tidak keberatan ia menyelidiki kehidupan pribadi saya, karena pada dasarnya saya tahu kami memiliki minat yang sama: kesehatan saya. Ketika saya pulih dari suatu luka, dokter saya bahkan makin seperti bos. ‘Saya tidak ingin kau jogging atau bermain golf selama sebulan,’ katanya pada saya setelah operasi kaki dan lutut saya. ‘Apa pun yang kau lakukan, jangan menyetir!’ perintahnya sewaktu saya mengenakan penyangga fraktur leher. Saya rela menerima nasihatnya karena saya tahu ia meresepkan yang terbaik bagi saya, bukan hanya merampas kesenangan saya. Pemikiran orang Kristen tentang dosa yang seringkali disalahpahami membuat banyak orang tidak nyaman. Memang, itu membangun suatu garis yang jelas tentang pertanggungjawaban—tetapi kepada Allah yang mengasihi saya dan memerhatikan kepentingan saya. Saya dulu berpikir tentang Allah sebagai polisi alam semesta yang menjalankan peraturan yang sewenang-wenang daripada sebagai dokter yang menginginkan saya berkembang pesat.”

#2. Ketaatan kepada Tuhan membawa kita kepada Sukacita Hidup yang sejati. “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (ay. 11). Tuhan menyatakan tujuan dari apa yang sudah Ia katakan “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya...” Termasuk di dalamnya ketaatan kepada Tuhan. Kalau boleh penulis paraphrase: “Ketaatanmu kepada-Ku supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Mengapa Tuhan perlu berkata adanya tambahan sukacita –Ku? Tuhan berkata sukacita –Ku, berarti ada sukacita yang lain di luar Tuhan. Menikmati dunia penuh sukacita bukan? Namun Tuhan bilang hanya dengan sukacita –Ku, sukacita hidup kita dapat menjadi penuh. Mengapa? Karena selain sukacita dari Tuhan Yesus tidak akan memenuhkan hidup kita. Misal: dengan pornografi, perselingkuhan, minum-minuman keras, hidup egois, pelayanan untuk kemuliaan diri, dan segala bentuk dosa lainnya (bagi penulis dosa adalah segala sesuatu, baik aktivitas apapun yang tidak dilakukan untuk Tuhan dan kemuliaanNya) memang akan mendatangkan kenikmatan, tapi itu adalah kenikmatan semu, yang akan menarik orang-orang untuk tidak pernah puas, dan terus menambah dosisnya. Ignatius Loyola mendefinisikan dosa sebagai ketidakmauan untuk percaya bahwa Allah menginginkan kebahagiaan dan kepuasan saya. Jika kita mencintai hal-hal jasmaniah—seks, alkohol, makanan, uang, kesuksesan, kekuasaan—tidak dalam cara seperti yang Allah maksudkan, kita menjadi budak mereka, seperti yang bisa dibuktikan oleh pecandu mana pun.
Sukacita karena ketaatan kepada Tuhan, jauh berbeda dari apa yang dunia berikan, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” (Yoh. 14:27). Sukacita dari Tuhan tidak dapat dirampas oleh siapapun, Roh Kudus tinggal di hati kita. “Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.” Yoh. 16:22. Bahkan penindasan, kesusahan hidup tidak dapat merampas sukacita dari Tuhan. (Lih. Hidup Paulus di penjara, tapi masih bisa bernyanyi dan Murid-murid Yesus disiksa tetapi masih tetap bertahan dan bersukacita).
Terkadang ada pemikiran: hidup di dalam Tuhan begitu terikat, “Jadi orang Kristen ga bole ini dan ga bole itu.” Dan hidup jadi orang dunia lebih bebas. Namun kalau kita kembali berpikir, siapa yang lebih bebas? Orang Kristen atau orang Dunia. Penulis pikir orang dunia, karena mereka terikat sama dosa. Ga bisa keluar, tapi kalau kita anak Tuhan kita masih punya pilihan untuk taat sama Tuhan atau berdosa.
Ketika kita taat sama Tuhan, kita hidup dalam kesukacitaan dan damai sejahtera yang sejati.
Karena Ketaatan Umat Tuhan merupakan Cara Tuhan Memelihara UmatNya
Jadi Saudara, sadarilah PAGAR ketaatan yang dibuat oleh Tuhan berguna supaya kita tetap tinggal di dalam RUMAH yang melimpah dengan kasih, sukacita, dan damai sejahtera. “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yoh. 10:10b
Banyak orang yang punya usaha sering berkata: “Ga bisa usaha kalau masih tetap taat sama Tuhan 100%” pertanyaannya usaha seperti apa yang ga bisa? Usaha yang kita inginkan bukan? Yang makin besar, dan menghalalkan segala cara itu. Jangan pikir setelah kita memiliki usaha itu kita akan makin bersukacita, belum tentu, mungkin malahan yang muncul hati yang kuatir, tidak tenang, perpecahan. Kalau Tuhan, belum buka jalan, jangan dulu kita memaksakan untuk tidak taat kepada Tuhan.
Saat ini penulis juga melihat banyak pernikahan di luar Tuhan, atau pernikahan orang yang Kristen-kristenan berakhir tragis, karena memang tidak sungguh-sungguh taat kepada Tuhan. Kalau pernikahan Saudara, hidup keluarga Saudara mau benar-benar hidup, taat kepada Tuhan. Tuhan tidak berkata ketaatan kepada-Nya adalah sebuah keharusan, tetapi Tuhan pakai pengandaian. “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku….” (Yoh. 15:10a). Pilihan sekarang ada di tangan kita, kita mau taat dan mendapat sukacita Tuhan, sukacita yang sejati. Atau tidak taat, akan menikmati sukacita hidup ini yang membawa pada penyesalan, dan kehampaan.
Sebagai penutup penulis mengutip pernyataan Eugene Peterson yang mengatakan bahwa “Makna dasar keselamatan dalam bahasa Ibrani adalah melebarkan, melapangkan, memperluas. Itu membawa rasa kelepasan dari suatu keberadaan yang tertekan, terkungkung, dan terkekang.” Allah ingin membebaskan kita, membuat kita bisa hidup terbuka dan mencintai kehidupan bersama Tuhan dan sesama kita.
“Aku akan mengikuti pertunjuk perintah-perintahMu,
sebab Engkau melapangkan hatiku,” tulis pemazmur.”

Mazmur 119:32

Fernandes
Seminari Alkitab Asia Tenggara

Rahasia Keberhasilan Pep Guardiola Membawa Spanyol Dan Jerman Juara Piala Dunia

Apakah anda mengenal nama Pep Guardiola? Pelatih fenomenal yang sukses bersama FC Barcelona dan Bayern Muenchen. Apakah anda menyadari bahwa Pep Guardiola juga yang berhasil membawa Spanyol dan Jerman menggondol gelar Piala Dunia 2010 dan 2014 ?! Well, mungkin pembaca bingung dengan maksud saya. Bukankah Spanyol pada waktu juara piala dunia 2010 dilatih oleh Vicente Del Bosque dan Jerman ketika juara piala dunia 2014 dilatih oleh Joachim Loew ?

Tunggu dulu ! jika anda memperhatikan skuad yang dibawa oleh oleh Timnas Spanyol dan Timnas Jerman ketika Piala Dunia, anda akan menemukan bahwa mayoritas pemain yang berada di Timnas Spanyol dan Jerman pada waktu itu adalah pemain asuhan Pep Guardiola. Tim Nasional Spanyol membawa delapan pemain FC Barcelona dari total dua puluh tiga pemain, bahkan ketika Final Piala Dunia 2010 melawan Belanda, tujuh pemain FC Barcelona (Puyol, Pique, Xavi, David Villa, Sergio, Iniesta dan Pedro) mengisi starting line up Spanyol. Hasilnya ? Juara Piala Dunia 2010 !!

Bagaimana dengan Tim Nasional Jerman ketika Piala Dunia 2014 ? Manuel Neuer, Jerome Boateng, Phillip Lahm, Mario Goetze, Toni Kroos, Bastian Schweinsteiger dan Thomas Muller adalah pemain asuhan Pep Guardiola di Bayern Muenchen. Keenam pemain tersebut kecuali Mario Goetze merupakan starting Line up ketika Jerman menghadapi Argentina di final Piala Dunia 2014. Walaupun hanya menjadi pemain pengganti, Mario Goetze menjadi penentu kemenangan Jerman atas Argentina. Dan Jerman Juara Dunia 2014!!


Jasa Pep Guardiola memang tidak terlihat langsung di atas lapangan ketika Tim Nasional Spanyol dan Jerman meraih juara dunia. Ketika pembaca mempelajari permainan sepakbola, level tertinggi dari sebuah tim sepak bolah ada pada tingkat permainan klub bukan Tim Nasional. Dari hal itu kita bisa memahami kenapa Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang begitu sangat superior dilevel klub tapi ‘melempem’ di level Tim Nasional.

Hierarki Permainan Sepak Bola
Sedikit kita belajar tentang hirearki permainan sepakbola, level tertingi dalam hirearki permainan sepakbola adalah komunikasi yang dalam permainan sepakbola dipahami sebagai taktik tim. Komunikasi dalam permainan sepakbola akan sukses jika pemain terus berlatih bersama rekan-rekan yang sama dalam periode waktu tertentu. Hal ini yang dimanfaatkan oleh pelatih Tim Nasional Spanyol dan Jerman ketika itu. Sang pelatih tidak perlu memulai lagi dari nol dalam membangun dan membentuk komunikasi tim, karena mereka menyadari bahwa hal itu sudah terbentuk ketika para pemain berada dalam klub. Dengan demikian, jika ditarik lebih jauh lagi kesuksesan membangun taktik tim merupakan kesuksesan Pep Guardiola yang menangani mayoritas pemain di starting line up tim nasional ketika melatih FC Barcelona dan Bayern Muenchen sehingga sangat memudahkan pelatih Vicente De Bosque dan Joachim Loew.

Apa yang dilakukan oleh Pep Guardiola? Kita semua mungkin sepakat jika menyebut Pep Guardiola sebagai pelatih yang cerdas, menangani sebuah tim bukanlah hal yang mudah. Salah satu kunci kesukesan Pep Guardiola adalah filosofimya dalam latihan 

‘if you train badly, you play badly. If you work like a beast in training, you play the same way’

Level tertinggi dalam sebuah latihan akan sangat menentukan dalam permainan sesungguhnya. Pep Guardiola bukanlah seorang dewa, dalam karirnya sebagai seorang pemain, dia bukanlah pemain sekelas Zinedine Zidane, Ronaldo atau Andrea Pirlo. Kualitas permainannya bisa dikatakan ‘biasa saja’, tapi kita bisa belajar dari level kepribadiannya yang berkelas. Hal Ini yang kita bisa pelajari dari seorang Pep Guardiola:

1.      Selalu ingin menjadi yang terbaik.
Karakter ini merupakan kunci keberhasilan Pep Guardiola, Pep selalu menonton pertandingan sepakbola dan lalu mencatat setiap apa yang di dapatkan dari video tersebut. Dia selalu berpikir bagaimana caranya untuk selalu menang. Dalam biografiya dia mengatakan ‘Saya harus tahu bagaimana cara untuk memenangkan pertandingan, hal ini yang membuat pekerjaan saya sangat bermakna’

2. Energi yang tidak pernah habis.
Dalam suatu malam, beberapa hari sebelum menghadapi pertandingan penting El Classico melawan Real Madrid, dia duduk menonton video untuk menganalisa kelemahan Real Madrid. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dia duduk dengan serius dan terus menyaksikan video, tidak lupa selalu ada catatan di meja kerjanya. Beberapa saat kemudian dia mengangkat telepon lalu menghubungi Lionel Messi untuk datang dan membicarakan taktik permainan menghadapi Real Madrid.

3. Mencintai apa yang dikerjakan
Yang ada diotak Pep Guardiola hanya ada sepakbola, sang istri pernah mengatakan waktu terlama Pep Guardiola tidak membicarakan sepakbola adalah hanya 30 menit. Wow bayangkan saja.

My Job Is My Valentine


Mencintai pekerjaan yang kita lakukan setiap hari merupakan salah satu faktor penting dalam hidup ini ! ya penting sekali. Apapun bidang pekerjaan dan jabatan kita saat ini, kira - kira dalam satu hari kita akan menghabiskan sekitar 10 Jam untuk melakukan pekerjaan kita. Saya coba melakukan perhitungan sederhana seperti ini, untuk pergi bekerja kita akan menempuh waktu perjalanan ke kantor sekitar 1 - 2 Jam, bekerja di kantor sekitar 10 Jam dan kembali menempuh perjalanan pulang ke rumah sekitar 2 jam. Kalau masih ada presentasi / atau meeting penting keesokan harinya maka setelah makan malam pastinya kita akan membuka laptop dan bekerja di rumah sekitar 1 Jam. Kalau di total kira kira 50 - 55% dari 24 Jam yang kita miliki sudah dialokasikan untuk kehidupan pekerjaan. Bekerja memang penting dan harus dilakukan, bukan saja untuk memenuhi kebutuhan hidup tapi juga merupakan sarana untuk kita bisa menyalurkan kemampuan dan talenta kita. 

Menghabiskan separuh dari waktu hidup kita untuk bekerja bisa jadi hal yang menyenangkan apabila kita benar - benar mencintai apa yang kita lakukan setiap hari. Tapi tidak bisa dipungkiri, masih banyak dari kita yang menjalani pekerjaan kita saat ini karena 'terjebak' oleh berbagai keadaan dan berbagai alasan logis yang menuntut kita untuk melakukan pekerjaan kita meskipun kita tidak terlalu mencintai apa yang kita lakukan. CINTA ! bulan ini adalah bulan penuh cinta yang dirayakan seluruh dunia pada tanggal 14 Februari. Rasa cinta adalah salah satu dorongan terkuat dalam diri manusia yang bisa menggerakkan sesorang melakukan berbagai hal yang luar biasa ! Setuju ?

Berikut ini saya rangkumkan 5 perspektif yang bisa membantu menbantu kita untuk lebih mencintai pekerjaan kita saat ini.

  • Fokus pada hal - hal yang menyenangkan, coba pikirkan / buat daftar hal - hal yang menyenangkan di tempat pekerjaan anda. Dengan fokus pada hal - hal yang menyenangkan kita akan mendapatkan kekuatan ekstra untuk mengatasi tantangan yang sulit. Rekan kerja yang menyenangkan, kesempatan mengunjungi kota / negara lain bahkan kesempatan untuk belajar skill baru bisa jadi fokus yang membuat kita mencintai apa yang kita lakukan setiap hari.
  • Ingat kembali alasan anda saat pertama kali memilih pekerjaan saat ini. Mengapa anda melakukan semua ini sejak awal ? Biasanya alasan pertama kita dalam memilih sesuatu merupakan didasari oleh tujuan yang baik dan bermanfaat untuk diri kita. Hanya saja seringkali dengan berjalannya waktu dan berbagai tekanan rutinitas, kita kehilangan fokus dan melupakan alasan awal yang menjadi pembakar semangat kita.
  • Bangun hubungan pertemanan yang positif dengan rekan kerja. Hubungan rekan kerja yang positif, saling mendukung dan terbuka merupakan salah satu faktor yang menentukan kenyamanan kita dalam bekerja. Kita semua membutuhkan orang lain sebagai partner untuk curhat, berdiskusi tentang pekerjaan ataupun sebagai teman untuk menghabiskan waktu makan siang bersama. Relasi yang positif akan memberikan kita semangat yang baik untuk mencintai lingkungan tempat kita bekerja.
  • Reward yourself. Hargai setiap usaha yang sudah kita lakukan dalam pekerjaan. Memberikan hadiah kecil untuk diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan suatu tugas merupakan sebuah kebiasaan yang baik untuk meningkatkan semangat kita dalam melakukan pekerjaan. Ambil waktu untuk bersantai sejenak dengan makanan yang lezat, belanja online atau menikmati foot reflexology. You deserve a nice rewards.
  • Bersyukurlah untuk pekerjaan yang kita miliki. Rasa syukur adalah cara pandang yang benar untuk bisa mencintai pekerjaan kita setiap hari. Ingat ! masih banyak orang di luar sana yang mungkin sedang berjuang mencari pekerjaan seperti yang kita miliki saat ini. Apa yang kita miliki saat ini sejatinya adalah pemberian / titipan dari Tuhan. Kalau kita masih diberikan tanggung jawab oleh Tuhan, artinya kita masih punya tugas penting yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Tuhan menetapkan kita untuk melakukannya. Banyak hal kecil yang bisa kita syukuri dalam waktu - waktu kerja kita.


Top 10 Popular Resolution 2016 and how to write our own resolution 2016

Hai everyone,
Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah membaca pembahasan mengenai  apa saja hal yang dapat membuat resolusi menjadi gagal. Kali ini BBDC akan coba merangkum top 10 resolusi popular 2016 dari beberapa negara termasuk dari Indonesia. Selain itu kita juga akan memberikan tips bagaimana membuat resolusi yang sederhana namun impacting, so  lets check this out!

1.       United States / Amerika Serikat
Dihimpun dari survey dalam web http://www.gobankingrates.com/ yang menanyakan kepada sekitar 5000 responden di 13 negara bagian US, ada 6 resolusi utama pada tahun 2016, hasilnya dapat dilihat ada grafik di bawah ini.






Jika dibuat kategori berdasarkan umur, maka hasil surveynya dapat disajikan seperti berikut,



Dari grafik pertama sangat menarik bahwa resolusi pertama adalah menikmati hidup sepenuhnya dan diikuti dengan menghidupi gaya hidup sehat. Tentu saja banyak hal dalam hidup ini yang bisa kita nikmati mulai dari hal-hal kecil.

Sedangkan dari grafik umur banyak hal menarik yang dapat kita lihat. Salah satunya membandingkan financial resolution antara generasi millennials (18 – 34) dan gen xers (35 – 54). Generasi millennials lebih fokus kepada saving sedangkan generasi gen xers fokus kepada paying debt. Yah mungkin dengan semakin berumur kita akan sadar salah satu realita untuk membayar kredit-kredit kehidupan (baca: cicilan rumah, kendaraan dll) J

2.       Singapore
Dihimpun dari http://sbr.com.sg/, Digimind sebuah tool analisa sosial media mengumpulkan data  dari sosial media penduduk singapur, berikut hasilnya.
Resolusi pertama adalah save money dan disusul dengan travel dan exercise. Mayoritas penduduk singapur menyebutkan di sosial media keingian untuk menabung untuk membeli barang-barang yang mereka sukai seperti barang elektronik atau gadget dan berlibur ke luar negri. Resolusi kedua sepertinya sangat berhubungan dengan resolusi pertama J

3.       United Kingdom (UK)
Dikutip dari  http://blogs.unicef.org.uk/ resolusi 2016 orang UK adalah
a)      To try to feel a bit more fulfilled
b)      To be there more for friends and family
c)       Be more sociable
d)      To do more good deeds
e)      More early nights
f)       Put more time into my relationship
g)      To try to be less wrapped up in my own day-to-day life
h)      Be more selfless
i)        Less time spent on social media
j)        Less focus on work
k)      Be more neighbourly

Sekilas dari hasil menunjukan bahwa orang UK ingin lebih banyak melakukan hal / tindakan kebaikan, lebih sedikit menghabiskan waktu di dunia online dan lebih sabar dengan orang-orang yang dikasihi. Wah resolusi-resolusi yang sangat humanis dan bijak J

4.       Indonesia
Nah sekarang bagaimana dengan negara kita tercinta, Indonesia? Dari penelusuran tim BBDC ada data menarik yang dihimpun oleh Twitter. Daftar  10 resolusi tahun 2016 disusun berdasarkan kata kunci berbahasa Indonesia yang paling banyak digunakan oleh pengguna untuk berbagai resolusi. Pencatatan kata kunci sendiri dilakukan dari 1 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016. Berikut daftar nya,
1. Menjadi pribadi yang lebih baik

2. Punya pacar baru
3. Hidup lebih sehat
4. Diet/mengurangi berat badan
5. Menjadi lebih dewasa
6. Lebih sukses dalam karir
7. Berhenti merokok
8. Punya rumah sendiri
9. Lebih rutin olahraga
10. Mendapat pekerjaan baru


Dari 10 resolusi di atas mungkin salah satunya adalah resolusi kalian. Kaum jomblo sudah pasti resolusinya yang no.2 hehehehe J

5.       BBDC Crew
Kalau BBDC crew apa yah resolusinya? Nih sedikit buka rahasia resolusi-resolusi dari beberapa BBDC Crew,

Fernandes – “semakin dekat dengan Tuhan” #langitterbuka #efekcahayadariatas J

Robin – “ingin buat onlines shop baru” #dibelikakak #marisilahkann J

Veravinna – “Lebih sabar dalam memberi nasihat” #character #powerful #stronger hehe

Nanda – “learning English consistently everyday and get ielts score 7.5” #aminn #obsesiS2 J

Itu sekilas resolusi dari crew BBDC.

And the last part, sebenarnya gimana sih menuliskan resolusi yang tepat. Sebenarnya kalau merujuk pada artikel pertama tentang membuat resolusi maka, sebuah resolusi haruslah simple, dapat diukur dan direncanakan.

Contoh: dari pada menulis “mengurangi berat badan” lebih baik menulis “naik turun tangga 15 menit setiap hari” atau “jogging 10 menit setiap hari”

Contoh lainnya: daripada menulis “spend more time with family” lebih baik menulis “tidak overtime setiap hari rabu” atau “piknik bersama keluarga di hari minggu pertama dalam bulan tersebut” dan lain-lain.


Semoga tips sederhana ini membuat kita melihat resolusi sebagai hal yang memberikan motivasi untuk maju dan berkembang. Have a great year friends J