Feel the Love and live a meaningfull Life

Cinta memberikan makna dalam hidup. Temukan cinta yang sejati lewat hidup yang senantiasa berbagi dengan sesama.

BanyakBanget Christmass 2012

Penulis BanyakBanget berkumpul untuk menikmati Natal 2012 bersama

Let's Ride !

Keep moving forward with joy and HOPE !

Our Contributor

Friendship - Hope

Bring The Light come to open your mind

And The Truth will set you free

Jan 13, 2016

Top 10 Popular Resolution 2016 and how to write our own resolution 2016

Hai everyone,
Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah membaca pembahasan mengenai  apa saja hal yang dapat membuat resolusi menjadi gagal. Kali ini BBDC akan coba merangkum top 10 resolusi popular 2016 dari beberapa negara termasuk dari Indonesia. Selain itu kita juga akan memberikan tips bagaimana membuat resolusi yang sederhana namun impacting, so  lets check this out!

1.       United States / Amerika Serikat
Dihimpun dari survey dalam web http://www.gobankingrates.com/ yang menanyakan kepada sekitar 5000 responden di 13 negara bagian US, ada 6 resolusi utama pada tahun 2016, hasilnya dapat dilihat ada grafik di bawah ini.






Jika dibuat kategori berdasarkan umur, maka hasil surveynya dapat disajikan seperti berikut,


Dari grafik pertama sangat menarik bahwa resolusi pertama adalah menikmati hidup sepenuhnya dan diikuti dengan menghidupi gaya hidup sehat. Tentu saja banyak hal dalam hidup ini yang bisa kita nikmati mulai dari hal-hal kecil.

Sedangkan dari grafik umur banyak hal menarik yang dapat kita lihat. Salah satunya membandingkan financial resolution antara generasi millennials (18 – 34) dan gen xers (35 – 54). Generasi millennials lebih fokus kepada saving sedangkan generasi gen xers fokus kepada paying debt. Yah mungkin dengan semakin berumur kita akan sadar salah satu realita untuk membayar kredit-kredit kehidupan (baca: cicilan rumah, kendaraan dll) J

2.       Singapore
Dihimpun dari http://sbr.com.sg/, Digimind sebuah tool analisa sosial media mengumpulkan data  dari sosial media penduduk singapur, berikut hasilnya.
Resolusi pertama adalah save money dan disusul dengan travel dan exercise. Mayoritas penduduk singapur menyebutkan di sosial media keingian untuk menabung untuk membeli barang-barang yang mereka sukai seperti barang elektronik atau gadget dan berlibur ke luar negri. Resolusi kedua sepertinya sangat berhubungan dengan resolusi pertama J

3.       United Kingdom (UK)
Dikutip dari  http://blogs.unicef.org.uk/ resolusi 2016 orang UK adalah
a)      To try to feel a bit more fulfilled
b)      To be there more for friends and family
c)       Be more sociable
d)      To do more good deeds
e)      More early nights
f)       Put more time into my relationship
g)      To try to be less wrapped up in my own day-to-day life
h)      Be more selfless
i)        Less time spent on social media
j)        Less focus on work
k)      Be more neighbourly

Sekilas dari hasil menunjukan bahwa orang UK ingin lebih banyak melakukan hal / tindakan kebaikan, lebih sedikit menghabiskan waktu di dunia online dan lebih sabar dengan orang-orang yang dikasihi. Wah resolusi-resolusi yang sangat humanis dan bijak J

4.       Indonesia
Nah sekarang bagaimana dengan negara kita tercinta, Indonesia? Dari penelusuran tim BBDC ada data menarik yang dihimpun oleh Twitter. Daftar  10 resolusi tahun 2016 disusun berdasarkan kata kunci berbahasa Indonesia yang paling banyak digunakan oleh pengguna untuk berbagai resolusi. Pencatatan kata kunci sendiri dilakukan dari 1 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016. Berikut daftar nya,
1. Menjadi pribadi yang lebih baik

2. Punya pacar baru
3. Hidup lebih sehat
4. Diet/mengurangi berat badan
5. Menjadi lebih dewasa
6. Lebih sukses dalam karir
7. Berhenti merokok
8. Punya rumah sendiri
9. Lebih rutin olahraga
10. Mendapat pekerjaan baru


Dari 10 resolusi di atas mungkin salah satunya adalah resolusi kalian. Kaum jomblo sudah pasti resolusinya yang no.2 hehehehe J

5.       BBDC Crew
Kalau BBDC crew apa yah resolusinya? Nih sedikit buka rahasia resolusi-resolusi dari beberapa BBDC Crew,

Fernandes – “semakin dekat dengan Tuhan” #langitterbuka #efekcahayadariatas J

Robin – “ingin buat onlines shop baru” #dibelikakak #marisilahkann J

Veravinna – “Lebih sabar dalam memberi nasihat” #character #powerful #stronger hehe

Nanda – “learning English consistently everyday and get ielts score 7.5” #aminn #obsesiS2 J

Itu sekilas resolusi dari crew BBDC.

And the last part, sebenarnya gimana sih menuliskan resolusi yang tepat. Sebenarnya kalau merujuk pada artikel pertama tentang membuat resolusi maka, sebuah resolusi haruslah simple, dapat diukur dan direncanakan.

Contoh: dari pada menulis “mengurangi berat badan” lebih baik menulis “naik turun tangga 15 menit setiap hari” atau “jogging 10 menit setiap hari”

Contoh lainnya: daripada menulis “spend more time with family” lebih baik menulis “tidak overtime setiap hari rabu” atau “piknik bersama keluarga di hari minggu pertama dalam bulan tersebut” dan lain-lain.


Semoga tips sederhana ini membuat kita melihat resolusi sebagai hal yang memberikan motivasi untuk maju dan berkembang. Have a great year friends J

Membuat Resolusi (lagi) - Rethinking Resolution in 2016

Setiap orang pada umumnya menginginkan sesuatu yang lebih baik ketika tiba di penghujung tahun ataupun memulai awal tahun. Demikian pula ketika tiba di akhir tahun 2015 atau awal tahun 2016, orang-orang mulai merefleksikan apa saya yang sudah terjadi atau pun pencapaian selama 2015 dan apa saja yang akan dilakukan di tahun 2016. Fenomena membuat resolusi menjadi hal yang sering ditemukan, ataupun ditanyakan oleh teman-teman, pasangan, kerabat ataupun rekan kerja.


Beberapa orang menganggap penting membuat resolusi karena memberikan arah dan motivasi selama tahun 2016. Sebagian lagi takut membuat resolusi karena beranggapan tidak ada yang bisa bagaimana tahun 2016 akan berjalan. Ada juga orang-orang yang menganggap bahwa resolusi tidak perlu. Hal ini bisa karena mereka punya prinsip hidup itu mengalir saja ataupun karena trauma gagalnya resolusi-resolusi yang pernah dicapai sebelumnya. Lalu mana yang lebih baik membuat atau tidak membuat resolusi?

Sebuah data statistik dari  Journal of Clinical Psychology statistic brain research institute University of Scranton menuliskan  “People who explicitly make resolutions are 10 times more likely to attain their goals than people who don't explicitly make resolutions”. Permasalahannya ada fakta lain yang dari jurnal yang sama menyebutkan bahwa hanya 8-10% orang yang berhasil mencapai resolusi tahunannya, bahkan 35% gagal dan menyerah di bulan pertama! Penelitian ini memang mengambil sampel di US di mana hanya sekitar 45% orang US yang membuat resolusi tiap tahunnya, itu berarti hanya 4 – 4,5% penduduk US yang berhasil mencapai resolusi tiap tahunnya. Ternyata angka orang-orang yang mencapai resolusi kecil sekali sehingga berkecil hatikah kita dan mulai berpikir bahwa resolusi itu tidak perlu dibuat?

Sebelum kita mencoret resolusi yang kita tulis atau memencet tombol delete pada file “resolusi 2016.docx” ada baiknya kita memahami faktor apa yang menyebabkan 4 – 4,5% penduduk US berhasil dalam mencapai resolusi akhir tahun. Dengan kata lain kita coba memahami keberhasilan membuat resolusi dari hal-hal apa yang membuat resolusi tahunan menjadi gagal.

Masalah #1: Resolusi yang tidak realistis dan terlalu sulit dicapai
Benjamin Gardner, seorang ahli dalam Behavior Change di King College London mengatakan, “I think the main reason why new year’s resolutions fail is people being unrealistic. Alasan orang membuat resolusi yang tidak realistis beragam. Michael Kerr, pembicara bisnis internasional dan penulis dari buku yang berjudul The Humor Advantage mengatakan bahwa alasannya mulai dari terlalu optimis, tekanan sosial sekitar, terjadinya kejadian hidup yang penting- seperti perceraian atau kehilangan pekerjaan – yang memicu keinginan melampaui batas. Hal ini coba menjelaskan seringkali seseorang membuat resolusi  bukan karena motivasi yang benar.
Orang dapat membuat resolusi tahun baru hanya karena membuat resolusi adalah hal popular yang juga dilakukan oleh orang lain, apalagi ini adalah tahun baru, seperti ada sebuah ‘kewajiban’ untuk mengatakan bahwa perilaku mereka akan berubah atau bisa juga karena ingin penerimaan sosial dari orang lain. Tetapi ketika orang-orang dengan motivasi seperti ini menghadapi realita tentang apa yang mereka lakukan, mereka dapat menyerah karena motivasi tidak datang dari dalam diri mereka. Studi psikologi mengajarkan bahwa orang mempunyai kemungkinan sukses yang tinggi dalam merubah perilaku mereka ketika  termotivasi secara internal daripada dorongan eksternal. Psikolog Harvard merekomendasikan dalam membuat resolusi orang harus memberikan nilai lebih pada proses daripada hasil yang dicapai. Contohnya, belajar lebih menyukai transformasi hidup sehat daripada terobsesi dengan angka pada timbangan.

Masalah #2: Resolusi yang terlalu banyak
Keberhasilan menjalankan resolusi tidak hanya karena motivasi yang benar tetapi harus siap dan mampu  secara fisik dan psikologi. Hal ini berbicara tentang tekad atau kemauan yang keras. Tekad terkait dengan energi  yang kita punyai untuk menjalankan resolusi tersebut. Sama hal nya dengan otot, kemampuan sebuah tekad dapat dilatih ataupun dapat habis/lelah  jika digunakan secara berlebihan.

Sangat sulit untuk mempertahankan tekad/motivasi yang tetap hal ini dikenal dengan fenomena decision fatigue. Istilah ini dikenalkan oleh psikologis dari Florida State University, Roy F. Baumeisterin.  Secara umum decision fatigue berarti orang kehilangan motivasi/tekad dalam mengambil keputusan seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini karena energi yang dimiliki terbatas dan tidak dapat mempertahankan motivasi yang dimiliki sama seperti saat pertama kali.

Decision fatigue dapat terjadi juga ketika membuat resolusi yang banyak sekaligus. Hal ini dapat merusak diri sendiri karena energi yang digunakan dalam satu waktu. Tekad dan energi kita menjadi terbagi-bagi untuk melakukan itu semua. Baumeisterin menyarankan untuk melakukan resolusi secara sekuensial atau berurutan dan mulailah dari yang paling mudah. Hal ini karena tekad akan terlatih sedikit demi sedikit untuk bertumbuh dan tersedia semakin kuat. Michael Kerr menambahkan bahwa strategi resolusi yang lebih sukses adalah mencoba membuat perubahan yang kecil dalam setahun. Dia juga memberi saran untuk fokus kepada satu atau dua prioritas daripada membuat daftar list resolusi yang panjang. Andaikata  hanya membuat sebuah resolusi pun jangan membuat target terlalu tinggi untuk dicapai. Psikiater Dr. Howard Forman menyimpulkannya dengan sebuah kalimat, “Aim for small, measurable and achievable goals”

Masalah #3: Tidak adanya perencanaan yang matang terhadap resolusi
Kita bisa mempunyai tekad yang besar dengan sebuah resolusi yang simple/ sederhana, namun itu pun belum cukup menjamin keberhasilan resolusi yang dibuat. Kita harus melihat kesempatan yang ada untuk menjalankan resolusi tersebut beserta kemungkinan hambatan-hambatan yang akan muncul.

Peter Gollwitzer, Profesor psikologi dari Universitas New York mengatakan, “Not only do your goals have to be desirable, achievable and have a specific outcome, you also need to think about the when, where and how”. Hal ini memberikan kita arahan untuk mengidentifikasikan kesempatan/peluang yang baik untuk memulai resolusi dan merencanakan tindakan yang diperlukan ketika hambatan-hambatan muncul. Gollwitzer menemukan bahwa orang mempunyai kemungkinan 2 sampai 3 kali lebih berhasil mencapai resolusi mereka ketika menggunakan “if – then plan”. Jika kita lihat hubungan hal ini dengan decision fatigue pada Masalah #2 maka saat kita sudah membuat perencanaan yang matang dari kesempatan dan hambatan yang mungkin muncul maka energi yang diperlukan untuk membuat pilihan atau keputusan akan lebih efektif dan bersifat autopilot. Hal ini lah yang dikenal dengan nama habit atau kebiasaan.

Masalah #4: Tidak mengembangkan resolusi menjadi sebuah Habit atau kebiasaan
Kebiasaan datang dari melakukan perilaku yang berulang. Ada penelitian yang menyebutkan 21 hari, 40 hari, bahkan 66 hari untuk membentuk sebuah kebiasaan yang baru. Studi psikologis menunjukan bahwa beberapa perilaku lebih mudah menjadi kebiasaan daripada perilaku lainnya. Sebagai contoh,  tindakan kecil seperti minum air putih lebih banyak setelah makan pagi akan lebih mudah dan cepat menjadi kebiasaan dari pada perilaku yang lebih rumit seperti melakukan sit up 50x per hari. Benjamin Gardner melalui studi ini mengatakan bahwa sebaiknya orang mencoba mengambil tindakan kecil, membangun kebiasaan hingga tujuan perubahan tercapai. Hasil dari perubahan yang terlihat akan menumbuhkan kepercayaan dan tekad untuk melakukan hal-hal yang lebih kompleks.

Selain membangun kebiasaan yang positif, kita juga dapat mengeliminasi kebiasaan buruk. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mencari hal baik untuk menggantikan kebiasaan buruk tersebut.  Contohnya jika kita mempunyai kebiasaan merokok, maka kita harus dapat memberikan sugesti pada diri kita, “saya tidak akan merokok apapun yang terjadi dan seberapa besar pun keinginan saya”. Jika tiba-tiba kita ditawari rokok atau melihat kesempatan untuk merokok maka kita harus terus berjuan melawan keinginan untuk merokok hingga tekad atau motivasi ingin merokok menjadi lemah.

Cara lain yang dianjurkan dalam studi psikologi adalah menghindari kemungkinan-kemungkinan untuk mendatangkan cobaan, atau yang oleh  Molly Crockett dari University Oxford disebut sebagai “precommitment”. Istilah ini bisa dideskripsikan sebagai menghilangkan pencobaan/godaan sejak awal sehingga diri kita tidak mempunyai akses ke dalam nya. Menurut Crockett area otak yang berfungsi untuk memikirkan masa depan akan aktif dan berinterkasi dengan area otak yang mengatur pengendalian diri saat precommitment. Contoh dalam metode ini adalah, jika kita ingin mengurangi berat badan maka lebih baik menghindari membeli makanan yang tidak sehat sejak awal, daripada mempunyainya didapur/kulkas dan kita berusaha untuk melawan godaan memakannya.

Demikian 4 Masalah yang dapat kita pikirkan dan pelajari dari kegagalan dan keberhasilan 4% orang US menjalankan resolusi mereka. Jadi apakah anda masih ingin membuat resolusi? Minimal kalau kita menjawab Ya,  kita dapat membuat resolusi yang sederhana dan fokus kepada  perilaku spesifik yang dapat kita kembangkan menjadi kebiasaan baru dengan strategi dan perencanaan yang matang.

Pada artikel yang lain, BBDC akan membahas apa aja sih resolusi popular 2016 di beberapa negara? Dan apa saja resolusi tim BBDC? Serta bagaimana tips sederhana menuliskan resolusi? Check this out yah J

Sep 20, 2015

4 Pemain Wonderkids Yang Gagal Bersinar

Istilah wonderkid merupakan istilah untuk pemain usia muda yang potensial dan diprediksi akan bersinar dimasa depan, Rata-rata pemain dikatakan wonderkids adalah 15-18 tahun. Potensi pemain tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan rekan satu tim ketika berada dalam tim akademi klub yang mereka bela, Namun pada kenyataanya status wonderkids tidak membuat pemain tersebut terus bersinar ketika pada level senior bahkan penampilan mereka di atas lapangan hijau cenderung menurun dan gagal bersaing dengan pemain lain di tim utama. Berikut adalah delapan pemain dengan status wonderkids yang gagal bersinar ketika mereka berada di level senior.

1. Francis Jeffers


Francis Jeffers merupakan pemain kelahiran Liverpool, Marseyside pada tanggal 25 Januari 1981, Everton merupakan klub yang dipilih untuk memulai karir. Potensi yang dimilikinya sangat menjanjikan, Jeffers memulai debut ditim senior Everton ketika berusia 16 tahun, sebagai pemain pengganti dalam pertandingan Boxing Day tahun 1997 saat menghadapi Man Utd. Karirnya terus bersinar dan mencapai puncaknya pada musim 1999/2000 ketika berusia 18 tahun dengan total penampilan 28 pertandingan dan torehan 7 gol disemua kompetisi, tentu sebuah prestasi yang menjanjikan dari pemuda berusia 18 tahun.

Karirnya sempat terganggu dengan cedera yang dihadapi pada musim 2000/2001, total penampilan yang dia torehkan pada musim itu hanya 14 pertandingan, dan pada akhir musim 2001, negoisasi perpanjangan kontrak dengan pihak klub mengalami jalan buntu dan akhirnya dia dijual ke Arsenal ke nilai 8 juta poundsterling dan menjadi salah satu pembelian termahal pada saat itu.

Penampilannya di Arsenal mengalami penurunan yang signifikan, Dia terus berjuang dengan cidera yang terus menghantuinya, dan kalah bersaing dengan pemain sekaliber Thierry Henry dan Sylvian Wiltrod. Tiga musim yang dilaluinya, Jeffers hanya bermain sebanyak 22 kali pertandingan dengan torehan 4 gol. Pada musim 2003/2004, Jeffers dipinjamkan ke klub yang membesarkannya yaitu Everton. Karirnya di Everton tidak bersinar dan akhirnya Arsenal menjualnya di akhir musim 2004 ke Charlton Atheltic dengan harga 2.6 juta poundsterling,dan sampai saat pada tahun 2013 dia hanya membela Accrington Valley dan pada tahun 2014 diusia yang ke 33 tahun, dia hanya mengikuti trial di klub DPMM Brunei namun gagal bergabung di klub tersebut,

2. Freddy Adu


Jika anda pencinta game Football Manager, tentu anda akan mengenal pemain ini. Status pemain ini pada game tersebut berstatus wonderkids dan tentu selalu menjadi pilihan  kebanyakan 'pelatih khayalan' salah satunya saya, saya selalu membeli Freddy Adu ketika saya menjadi 'pelatih khayalan' di game tersebut. dibawah ini adalah attribut yang dimiliki Freddy Adu dalam game football manager ketika berusia 16 tahun, sangat potensial bukan. Tentu saja di dunia nyata potensinya juga sangat menjanjikan.


Pada usia 13 tahun, Adu kecil membela IMG Akademi. Adu merupakan keturunan Ghana Amerika, yang lahir pada 2 juni 1989. Pada tahun 2003, dia membela U,S Olympic Development Program dan mengikuti turmanem U14 dan menghadapi klub-klub kuat seperti Lazio dan Juventus. Pada turnamen tersebut Freddy Adu kecil bersinar dan menjadi Most Valuable Player (MVP).

Pada tahun 2004, saat dua berusia 14 tahun, dia menandatangani kontrak profesional dengan klub DC United dan menjadi pemain termuda yang menandatangani kontrak dengan klub MLS. Dia menjadi pilihan utama dalam MLS Superdraft. 

Pada musim tanggal 3 April 2004, Adu memulai debut dengan DC United dan menjadi pemain pengganti pada menit ke 75 saat bertanding dengan San Jose Earthquakes, dan pada tanggal 17 April 2004, Dia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah DC United, dia mencetak gol saat menghadapi Metrostars.Pada musim pertamanya bersama DC United, dia mencetak 5 gol dan 3 Assist dan dia disebut-sebut sebagai New Pele. Karirnya terus berlanjut dan mulai menjajal kompetisi Eropa, Adu sempat menjajal trial dengan Man Utd namun gagal direkrut karena tidak mendapatkan ijin kerja, Pada tahun 2007, Adu direkrut oleh Benfica dan mulai menjajal kompetisi Liga Portugal, namun perjalanan karirnya tidaklah mulus dan pada akhirnya dia sering dipinjamkan ke klub lain dan sampai musim 2015 Dia hanya membela klub Tampa Bays Rodies, Klub dari kompetisi Amerika Utara. Sejak tahun 2013, hanya mencetak 2 gol adalah dari 13 pertandingan adalah salah satu prestasi buruk dalam karirnya.

3. Federico Macheda


Lahir di Roma, pada 22 Agustus 1991, Federico Macheda memulai karir juniornya di klub Lazio hingga tahun 2007 dan kemudian potensinya dilihat oleh pemandu bakat klub besar Inggris, Manchester United. Musim 2007-2008, Macheda bergabung dengan akademi Man Utd dan mencetak gol dalam pertandingan debutnya ketika membela Man Utd U18 saat menghadapi Barnsley.pada 15 September 2007. Pada musim pertamanya dengan Man Utd U18, Macheda berhasil mencetak 12 gol dari 21 pertandingan. Performa nya di tim Junior mampu menarik perhatian Sir Alex Ferguson untuk dapat berlatih di tim utama. dan pada akhirnya kesempatan yang ditunggu-tunggu itu datang, pada 5 April 2009, dia menjalani debut saat menjadi pemain pengganri saat menghadapi Aston Villa pada menit ke 60,dan secara dramatis Macheda mencetak gol penentu kemenangan Man Utd di menit ke-93.

Gol keduanya dicetak saat melawan Sunderland, hanya dalam waktu 45 detik setelah menggantikan Dimitar Berbatov. Kesempatan pertamanya memulai pertandingan dalam starting line up ketika saat menghadapi Everton saat di FA Cup Semi final. Awal karirnya di Man Utd dirasa sangat baik, dan Sir Alex merasa kemampuannya bisa dikembangkan kembali dan untuk mengembangkan potensinya, Macheda dipinjamkan ke Sampdoria, Queens Park Rangers sampai Doncaster. Namun dengan sampai pada waktu dimana Sir Alex Ferguson mengumumkan untuk mundur sebagai pelatih Man Utd, karirnya di Old Trafford menjadi ikut redup, pergantian pelatih tidak dapat menghidupkan karirnya di Man Utd, hingga pada akhirnya dikembali ke Birmingham City dan kemudia Man Utd secara resmi melepas kontraknya dan bergabung dengan Cardiff City hingga saat ini. 

4. Bojan Krkic


Akademi La Masia, merupakan gudang pemain muda berbakat. Salah satu pemaun hasil binaan La Masia adalah Bojan Krkic. Bojan merupakan pemain keturunan dari seorang ayah Serbia yang lahir di Catalonia pada 28 Agustus 1990. Karir jniornya sangat menakjubkan, lebih dari 900 gol dia ciptakan ketika berada pada level junior pada tahun 1999 hingga tahun 2006. Pada musim 2006, Bojan naik ke level yang lebih tinggi dengan status pemain Barcelina B dan mengikuti kompetisi di Divisi 2. Ketika di Barcelona B, Bojan berhasil mengoleksi 10 gol dari 22 pertandingan, torehan itu membuat Bojan naik ke level senior pada tahun 2007.

Pada level senior, Bojan memulai debut ketika berusia 17 tahun 19 hari, saat menjadi pemain pengganti pada menit ke-78 ketika FC Barcelona menghadapi Osasuna. dan dia berhasil memecahkan rekor yang dimiliki oleh Lionel Messi sebagai pemain FC Barcelona termuda yang bermain di La Liga. Tiga Hari kemudian, dia bermain dikompetisi teringgi Eropa, UEFA Champions League, saat menghadapi Lyon. Saat itu Bojan menggantikan Lionel Messi pada menit ke-88 dan menjadi pemain termuda FC Barccelona di UEFA Champion League,

Pada 20 Oktober 2007 saat berusia 17 tahun 53 hari, Bojan tercatat di starting line up saat menghadapi Villareal, dan dia mencetak gol pada menit ke-25. Rekor kembali dia buat sebagai pencetak gol termuda buat FC Barcelona di La Liga. Rekor selanjutnya yang kembali dia buat adalah sebagai pencetak gol termuda kedua setelah Peter Ofori-Quaye di UEFA Champions League. Gol tesebut dia buat pada saat melawan Schalke 04 di pertandingan perempat final, lalu karirnya semakin cemerlang, hingga di akhir musim 2011, Bojan telah bermain sebanyak 163 pertandingan di La Liga dan mencetak 41 gol. 

Pada musim 2011, AS Roma membelinya dengan harga 12 juta euro dengan opsi pembelian kembali dimusim 2012-2013, di AS Roma di bermain sebanyak 37 penampilan dengan 7 gol yang dibuat. semusim kemudian, AC Milan meminjam jasanya, dan di AC Milan permainannya tidaklah terlalu baik dengan hanya membuat 3 gol dari 27 pertandingan.

Pada musim 2013, Barcelona meembeli kembali dengan nilai 13 juta euro,dan memilih untuk meminjamkan ke FC Ajax dan akhirnya pada 22 Juli 2014, Stoke City membelinya dengan harga 1.8 juta euro. 


Poin Inspirasi

Setiap orang memiliki potensi yang sangat besar, potensi tersebut harus terus dikembangkan secara maksimal. Kegagalan bukanlah suatu hal yang memalukan, pemain-pemain diatas adalah pemain dengan sejuta talenta dalam sepak bola, namun mereka gagal memenuhi ekpektasi dari para pelatih dan tidak dapat beradaptasi dengan tim maupun kompetisi dimana mereka ada. dan terkadang faktor eksternal yang tidak kita duga seperti cidera juga dapat mempengaruhi karir pemain tersebut. Terus Belajar dari kegagalan adalah kata kunci.

Mar 21, 2014

We Are All Connected

Saya selalu yakin kalau setiap manusia itu terhubung satu dengan yang lain. Sedari dulu, kita belajar bahwa manusia adalah mahluk sosial, yaitu mahluk yang selalu membutuhkan interaksi dan berkumpul bersama dengan manusia lainnya. Dalam proses manusia berinteraksi (baik secara langsung maupun tidak langsung), saya merasa bahwa semua manusia saling berhubungan dalam konteks aksi dan reaksi terhadap sikap yang dilakukan. Sebagai contoh, setiap sikap, tindakan dan respon kita pasti akan mempengaruhi sikap, tindakan dan respon orang lain.

Coba ingat-ingat interaksi apa saja yang kita lakukan sedari bangun pagi, sarapan, perjalanan ke kantor / kampus, aktifitas selama di kantor / kampus hingga malam hari kembali beristirahat. Apakah kita menyadari bahwa kita pasti berinteraksi dengan banyak orang, dengan keluarga di rumah, dengan abang ojek, dengan supir taxi, kasir di minimarket, barista di cafe, teman sebelah meja, rekan kerja sedivisi dan masih banyak lagi.

Pernahkan terpikir bahwa sikap kita bisa mempengaruhi orang lain dalam menjalani hidupnya di hari itu ? Saat kita memberikan senyum tulus dan ucapan terima kasih untuk Ibu di warung depan kost, mungkin itu hanya hal sederhana namun kita sudah menularkan semangat yang positif bagi orang lain. Atau sebaliknya kita penuh dengan hati yang sedang BETE berat, mood swing yang lagi jelek - jeleknya hingga sedikit saja sikap teman sebelah meja kita yang kurang baik langsung buat kita meledak dan maarah - marah seharian.

Kondisi - kondisi di atas pasti pernah teman - teman rasakan dalam aktifitas sehari - hari tapi saya yakin kita lebih banyak berkata dalam hati "Ah soalnya si dia / orang itu kelakuannya begitu sih makanya gue kayak gini" tapi sangat jarang kita memikirkan "Gue harus selalu bersikap yang baik agar memberikan dampak yang baik bagi siapa saja di sekita gue"

Ini memang sharing yang sulit dijelaskan lewat kata - kata saya yang terbatas, tapi semoga saja teman - teman bisa memahami dan melakukan perubahan yang baik dalam diri sendiri dimulai dari ........ SEKARANG :)

Have a nice day everyone

(Ditulis Oleh Robin - @beanpedia)

Feb 10, 2014

I'm Good Because I'm Good

Judul di atas adalah salah satu kalimat pendek yang selalu menjadi salah satu kekuatan pikiran saya. Mungkin terdengar terlalu percaya diri atau terlalu optimis untuk didengar orang, tapi ada makna dalam yang tersembunyi di dalamnya.

Sebagai anak muda yang sedang bersemangat dengan hidupnya baik dalam karir, pengembangan diri dan hubungan dengan orang lain, saya selalu memilih kata - kata yang tepat untuk mengingatkan diri saya pada Value yang saya pegang. Setiap orang bisa jadi punya Value yang berbeda - beda, itulah kenapa kesuksesan hidup setiap orang pun berbeda - beda.

"I'm Good Because I'm Good" mengingatkan saya untuk tidak menjadi orang yang responsif dan bergantung pada lingkungan / orang lain dalam bersikap. Seringkali kita mengambil sebuah tindakan, sebagai reaksi langsung dari apa yang kita terima dari lingkungan / orang lain. Itulah mengapa sering anda mendengar oarang berkata "Kalau kamu baik sama saya, ya saya juga akan baik sama kamu" (dan akan terjadi keadaan saat sebaliknya, bila kamu tidak baik sama saya) *suaradalamhati*. Coba telisik lebih dalam lagi dari aktivitas kita sehari - hari, mengapa kita harus responsif pada tindakan orang lain dan menjadikannya sebagai Value dalam melakukan sebuah tindakan ? Mengapa kita tidak bertindak karena memiliki Value sendiri yang tidak akan terpengaruh oleh apapun yang orang lain lakukan kepada kira ? Bagaimana kalau anda menjadi orang yang berpikir demikian :

"Saya tidak perduli kamu baik atau buruk kepada saya, saya akan selalu baik kepada kamu karena saya punya nilai - nilai yang baik"

(Ditulis oleh Robin - @beanpedia)

Jul 31, 2013

Pada Malam Itu, Ketika Menang dan Kalah Bukanlah yang Terpenting


Namanya Elkana dan suatu hari ia bertemu dengan kliennya.

“Bu Elkana”.

“Ya, Pak”, jawab Elkana.

“Saya heran, Bu Elkana”.

“Heran kenapa, Pak?”, tanya Elkana.

“Ini, Bu Elkana”.

“Apa itu, Pak?”, kembali tanya Elkana

“Arsenal, Bu Elkana”.

“Kenapa Arsenal, Pak? Ada apa dengan Arsenal, Pak? Arsenal salah apa, Pak?”, gagap Elkana.

“Harganya ini lho, Bu”.

“Kenapa Pak, harganya?”, Elkana semakin panik.

“Ini tidak masuk akal, Bu Elkana. Masakan tim yang banyak kalahnya koq mengajukan angka yang sangat tinggi. Kalau menang terus menerus dan pasang harga masih wajar, Ini malah sebaliknya”.

“Oooh itu, Pak?”, nada lega mulai berhembus di nafas Elkana.

“Iya, Bu Elkana. Kenapa bisa begitu? Apa penjelasannya? Padahal tidak sukses jadi juara selama 8 tahun.”

“Saya pernah diceritakan oleh rekan saya, Pak. Bu Dahal namanya. Kata beliau, Arsenal itu justru klub yang sukses koq, Pak.”, jawab Elkana.

“Oh ya? Apa suksesnya?”

“Katanya sukses Arsenal itu berbeda dengan kebanyakan tim-tim yang Bapak lihat dan tahu. Mungkin klub-klub lain dilihat oleh orang-orang berhasil dengan mengangkat berbagai piala, memenangkan ini memenangkan itu. Namun, bagi Arsenal, setiap musim klub ini berhasil mencetak bintang-bintang baru yang diminati oleh klub-klub rivalnya. Banyak yang menjelek-jelekkan Arsenal, namun pada akhirnya mereka tidak dapat menahan giuran anak-anak muda hasil polesan Arsene Wenger, yang menjadi buruan dari mana saja. Ada Robin van Persie, Alex Song, Cesc Fabregas, dan masih banyak lagi. Itu belum terhitung yang masuk daftar gosip, seperti Theo Walcott, Laurent Koscielny, Bacary Sagna dan lain-lain”, jawab Elkana.

“Tim-tim yang Bapak tahu umumnya memenangkan sebuah gelar dengan membeli pemain-pemain yang sudah jadi alias tinggal pakai. Tebus kontraknya, pakai pemainnya, dapatkan pialanya. Sesingkat itu. Sepakbola akhirnya tidak ubah layaknya permainan video yang dimainkan anak kecil. Logikanya, jika kamu tidak memenangkan sebuah piala, artinya kamu kurang banyak mengeluarkan uang. Jika kamu telah mengeluarkan sejumlah besar uang, maka kamu akan berhadapan dengan mereka yang mengeluarkan jumlah yang lebih banyak lagi dibandingkan kantongmu. Akhirnya kamu harus berhutang, pinjam uang sana pinjam sini. Sampai akhirnya klub pun kemudian tidak sanggup lagi  membayar beban hutang dan pengeluarannya, sehingga harus dijual ke pemilik modal baru. Klub akhirnya diperah, kehilangan kulturnya dan akhirnya menjadi mesin pencetak uang. Tidaklah demikian dengan Arsenal, yang konsisten dengan kultur penciptaan pemainnya. Bapak mungkin melihat klub ini terus-menerus kehilangan pemain bintangnya dan itu yang menjadi penyebab dari beberapa kekalahan mereka. Meski demikian, nyatanya mereka berhasil menyelesaikan musim 2012/2013 di posisi 4! Dengan hanya bermaterikan pemain non-bintang, Arsene Wenger tidak pernah absen memberikan klub ini tiket ke Liga Champions! Mereka juga berhasil melunasi pembangunan stadion terbaru mereka, yang konon kilaunya membuat kuno Wembley. Jika Bapak sekarang masih bingung kenapa mereka memasang tarif yang mahal, saran saya Bapak sebaiknya mencoba pergi satu kali ke Emirates. Beli tiket nontonnya dan duduk di sana, rasakan sensasi hiburan berkelas dunia. Di London saja, tidak ada pengacara top yang tidak pergi menonton Arsenal sekalipun mereka bukan pendukung The Gunners. Belum duduk di kursi termahal Emirates, berarti belum top”, tambah Elkana.

          Meyakinkan. Sayangnya, Elkana pada waktu itu tidak sesukses ini menjawab kebingungan kliennya tersebut. Namun, beberapa waktu kemudian, Arsenal sendiri yang langsung menjawab keraguan.

Hari Minggu tanggal 14 Juli 2013, pukul 15:30. Sebuah taksi menembus lenggangnya jalanan ibukota, hendak mengantarkan penumpangnya menuju tujuan. Mereka melewati kawasan olahraga Senayan. Lalu lintas nampak sangat bersahabat pada waktu itu, membuat santai para pengayun tongkat golf menikmati akhir Minggu mereka. Namun, samar-samar sudah terlihat dari kejauhan akan adanya kerumunan orang banyak, yang berkumpul memadati jantung Senayan. Beberapa dari mereka sudah tiba semenjak pukul 1 siang, lengkap dengan bendera-bendera komunitas dan perkumpulannya masing-masing. Tidak mau ketinggalan, dimana ada kerumunan, disitu pun para penjaja dagangan berkumpul hendak mencari keuntungan dari antusiasme yang eskalasinya terus meninggi. Mereka menjual seragam klub sebuah tim asal Inggris yang sedang melakukan perjalanan lawatannya di Asia, hendak menyapa penggemar terbesarnya. Ya, beberapa jam ke depan lokasi ini akan dipenuhi oleh Gooners yang secara khusus terhimpun dari seluruh penjuru Nusantara. Mereka begitu bersemangat hendak menyaksikan tim kesayangannya beraksi di stadion utama Gelora Bung Karno. Pertandingan ini benar-benar menjadi penyegar dahaga bagi siapa saja, para penikmat siaran langsung sepakbola Eropa di tanah air, yang selama beberapa minggu tidak dapat menikmati tayangan kompetisi liga-liga tersebut di televisi rumah mereka karena masih menjalani masa rehat akhir musim.
          Jadi tidak perlu heran, jika dalam waktu kurang dari 4 jam, jalanan yang tadinya lenggang langsung berubah menjadi tumpukan mobil pribadi dan lautan manusia. Arus kendaraan bergerak padat dan hanya dapat ditembus dengan mulus bila menggunakan bus TransJakarta. Bagi umat Muslim yang sedang berpuasa, suara adzan seakan bukan bunyi utama yang dinanti-nantikan di hari itu. Beberapa dari mereka hanya menyiapkan menu singkat untuk berbuka puasa bersama: sebotol air mineral untuk diminum ramai-ramai sebagai pembatal! Pada malam itu, bunyi peluit wasit adalah suara yang terindah bagi siapa saja yang memadati Senayan, terutama bagi seorang Gooner. Pada malam itu, Gelora Bung Karno seakan malah berubah menjadi markas The Gunners, yang siap menjamu Tim Impian Indonesia asuhan Jacksen F Tiago. Hal ini dirasakan dan dituturkan Arsene Wenger, sang pelatih Arsenal, kepada sebuah koran lokal di Jakarta, “Saya benar-benar merasa seperti di rumah sendiri. Pujian kepada seluruh penonton di Gelora Bung Karno ini”.
Menit demi menit serasa terlalu berharga untuk tidak diabadikan. Lalu lintas sinyal data operator seluler besar, yang menjadi salah satu sponsor utama kedatangan Arsenal, tidak mampu menyanggah beban data yang terus-menerus mengalir keluar masuk ke berbagai media sosial, belum termasuk gambar-gambar unggahan yang bersliweran antar telepon pintar. Isinya adalah rentetan kejadian-demi kejadian secara urut; mulai dari tibanya bus rombongan tim London Utara di kawasan FX Sudirman, para pengiring cilik yang sabar menanti kedatangan idola kesayangan mereka di ruang tunggu, suasana ruang ganti Gelora Bung Karno yang sangat memprihatinkan, aksi Gunnersaurus sang mascot Arsenal hingga ditiupnya peluit penanda dimulainya 45 menit babak pertama.
          Apa yang terjadi? Tim Impian Indonesia benar-benar bak tamu di negerinya sendiri. Sorak-sorai penonton pada malam itu semakin menggila, menantikan terciptanya gol pertama untuk tim kesayangan mereka. Pada malam itu, garuda tidak bertengger di dada sebelah kiri. Tidak ada lagu kebangsaan yang dikumandangkan. Nasionalisme ditinggalkan di dalam lemari pakaian yang tertutup rapat di rumah, digantikan oleh merah putih yang bergaris biru di lengannya. Pada malam itu, detak jantung para penonton diselimuti keperkasaan perisai dan dentuman meriam. Mereka menyaksikan sang profesor memberikan kuliah 90 menitnya kepada para mahasiswa. Ia mendikte, ia mengajar, ia menunjukkan bagaimana caranya memainkan passing and moving itu, dipentaskan dengan rapih oleh kombinasi anak-anak muda yang usianya pada hari itu bahkan belum menginjak 20 tahun. Garuda pun hanya bisa melipat sayapnya, sehingga terjatuh dari langit setelah dihujani 7 tembakan meriam ke udara tanpa mampu membalas sekalipun. Akibatnya, Tim Impian bermain ogah-ogahan. Sergio Van Dijk, ujung tombak Indonesia, hanya dibuat berlari kesana-sini tanpa bola di kaki untuk ditembakkan karena terus menerus direbut semenjak memasuki lapangan tengah, hampir senasib dengan para punggawa lini belakang yang sudah kelelahan mengejar serta menutup kecepatan menusuk pemain-pemain depan Arsenal.
Pada malam itu, kekalahan Tim Impian bagi pelatih Tiago artinya adalah harus memikirkan ulang nama-nama pemain yang lebih layak untuk dianugerahi dengan sebutan “Impian”. Bagi Tim Impian, penghargaan mereka memang layak diberikan kepada kiper Meiga yang sukses mengamankan gawang Merah Putih tidak lebih dari 7 gol. Bagi Tim Impian, membalas satu gol saja seakan-akan sudah cukup untuk memberi makna kehadiran mereka pada malam itu. Satu gol, dibandingkan 7 gol, yang akan dapat memenangkan kembali jiwa kebangsaan. Sayangnya, Arsenal tidak memberikan kesempatan itu sedikit pun.
Pada malam itu, Arsenal telah berhasil meraup semuanya; pertama-tama uang para penggemarnya, berikut hati mereka. Arsenal telah berhasil meyakinkan pengikut-pengikutnya, bahwa mereka tidak salah pilih klub karena klub ini sedang dalam prosesnya untuk memanen gelar-gelar kejuaraan. Nanti, saat klub-klub lain sudah mengalami kelesuan (finansial), maka itulah saatnya Giroud, Walcott, Podolski dan kawan-kawan panen untuk mengisi lumbung golnya.
Pada malam itu, sebelum konferensi pers ditutup dan Arsenal akan langsung berangkat untuk melanjutkan perjalanannya ke Vietnam, seorang anak perempuan membuka catatan yang telah sebelumnya ia siapkan. Matanya menatap sang profesor, tangannya memegang pengeras suara, menanyakan kepastian Wenger untuk tetap mengarsiteki Arsenal bahkan setelah 2014. Monsieur pun menyatakan bahwa hatinya tetap untuk Arsenal. Pindah klub adalah hal yang mudah baginya bila ia ingin melakukannya dari jauh-jauh hari, namun hatinya disini bersama Arsenal. 8 tahun tanpa gelar bukanlah masalah, tidak ada yang perlu disalahkan dan tidak ada kesalahan yang perlu dicari-cari. Asalkan hati seorang penggemar sudah dimenangkan (untuk terus bersama sebagai pelatih), itu sudah lebih dari cukup. Arsenal percaya Arsene. Itu adalah yang terpenting.

          Namanya Elkana dan setelah pertemuannya dari klien itu, ia diberitahu oleh Bu Dahal. Bahwa untuk mengalahkan Arsenal di final Liga Champions, maka dibutuhkan Real Madrid bermaterikan: Iker Casillas, Sergio Ramos, David Beckham, Zinedine Zidane, Figo, Ronaldo, Raul Gonzales dan seorang pemain imajiner bernama Santiago.


Daulat Yosua R. Hutapea
Direktur PT. Grafika Laras Dinamik / Pemilik Printees Custom T-Shirt

Follow @HutapeaJosh

May 27, 2013

Mendefinisikan Ulang Besar Kecil - Pilihan Kehidupan

“Papa, jangan lupa ya pesanan mama! Susu bubuk yang si kecil biasa minum, yang kotaknya paling besar, ya! Satu lagi serbuk pembersih baju, beli yang paling kecil saja” , pesan si mama menitip beberapa barang belanjaan rumah tangganya sehari-hari, sebelum papa pergi kerja.

Mbak, saya mau beli susu bubuk untuk anak saya yang paling besar, ukurannya yang kecil. Sepertinya sudah, itu saja.”, putus si papa yang lupa apa saja titipan belanjaan istrinya di rumah, tanpa menelpon kembali menanyakan, karena takut dimarahi.

“Kakak, kecilkan suara radionya! Adikmu sedang mengerjakan tugasnya”, perintah si mama kepada anak tertuanya.

“Adik, makan donatnya jangan sekaligus besar-besar dong, ah! Mulutnya khan masih kecil, tidak muat langsung sekali gigit”, tegur si papa yang pulang membawa oleh-oleh dan dihadiahi geram dari istrinya karena salah beli belanjaan.

Itu adalah salah satu potongan gambar dari sekian banyak pilihan yang kita buat hampir setiap hari dalam kehidupan kita. Besar, kecil. Panas, dingin. Tinggi, pendek. Putih, hitam. Dan setiap hari, mulai dari kita membuka mata, kita sudah harus mulai membuat pilihan-pilihan tersebut. Itu baru antara 2 pilihan, bagaimana jika ditambah lagi dengan kehadiran si sedang? Si semampai? Si abu-abu? Apabila kita berhasil dibingungkan saat memilih warna dasi atau padanan rok yang senada, maka sang waktu akan semakin tidak berpihak pada sisi kita.

Setiap orang hadir dengan pilihannya sendiri-sendiri. Masing-masing menjatuhkan pilihannya berdasarkan berbagai macam pertimbangan: kendaraan minibus karena bisa muat penumpang beserta tetek bengek lebih banyak daripada mobil sedan, kopi atau teh atau coklat dan panas atau dingin yang menyebabkan antrian panjang di depan kasir kedai kopi, berseragam putih atau berseragam hitam atau berseragam batik atau ...

Feb 27, 2013

Sensasi Kuliner Malaka


Saya adalah food lovers, sangat suka makan, beruntung badan saya awet langsing. Ke mana pun kaki saya melangkah yang pertama saya cari adalah makanan-makanan yang enak dengan harga yang terjangkau pastinya. Enak itu tidak harus mahal dan yang mahal juga belum tentu enak, benar??

Jadi sebagai orang yang hobi berwisata kuliner saya harus pintar mencari makanan yang murah, bersih dan rasanya juara.

Nah ada beberapa tempat yang sudah saya kunjungi di beberapa daerah, tapi kali ini saya ingin mengulas tentang Kuliner di Malaka – Malaysia. Ada beberapa tempat makan favorit saya d isana.

1. Resto Pak Putera ini terletak di Jalan Taman Kota Laksamana dekat dengan Jonker Walk. Restoran yang menyuguhkan makanan khas ini hampir setiap malam selalu ramai pengunjung, Baik dari lokal maupun wisatawan asing.

Resto Pak Putera ini memang salah satu Resto yang terkenal dan jadi favorit banyak orang karena selain taste dari masakannya memang juara banget, harganya pun sangat bersahabat untuk kantong backpackers.
Menu favorit di sana adalah Tandoori  Chicken, Garlic Cheese dan Spinach with cheese. Kalau saya sendiri sangat suka dengan Spinach yang dimakan bersama dengan Garlic cheese Naan.

Sementara tandoori chicken pun jadi selingan di antara spinach dan naan. Dan minuman favorit saya adalah the tarik yang segelasnya dibandrol harga 4 ringgit atau sekitar 12.500 rupiah, cukup murah bukan? Nah untuk makanannya juga harganya terjangkau, kemarin kami bertujuh makan sampai kenyang hanya 98 ringgit atau sekitar kurang dari 300 ribu rupiah.

2. Babboon House, Baboon house ini adalah tempat ngopi yang sekaligus menjual beberapa kerajinan tangan seperti kaos lukis, lukisan kanvas dll. Rasa kopinya sebenernya tidak begitu special, namun suasananya yang sangat homeland ini yang jadi favorit para wisatawan asing. Harga Kopi mulai dari 3,5 Ringgit (kurang lebihnya 10 ribu rupiah). Vietnamese Coffee dan Coffee Late adalah favorit saya. Sementara untuk makanan, burger atau salad jadi pilihan saya. Babboon house ini terletak di Jonker Walk Malaka.
  
3. Planet Veggie, dari namanya, sudah bisa ditebak bahwa menu dari Resto ini adalah menu vegetarian. Kalau selama ini anda mengira menu vegetarian itu Cuma sayuran direbus, tidak menarik, tidak enak dan membosankan, semua anggapan itu hancur seketika saat anda mencicipi masakan di Planet Veggie ini. Ada dreamy chamomile yang siap menyambut anda sebagai welcome drink, rasanya agak manis dan bikin rileks. Menu favorit saya disini adalah Dumpling soup, Fresh Veggie Roll biasanya saya minta ditambah chilli, dan Hoi Lok Feng Lui Cha (nasi beras merah dengan kacang – kacangan dan disajikan dengan kuah santan yang rasa rempah-rempahnya sangat kuat dan lezat sekali). Nah untuk minuman, pilihan saya selalu jatuh pada Creamy Soya Bean dengan hanya 4,5 ringgit. Minuman ini sangat worth baik dari rasa maupun nutrisinya. Dan Yang pasti selain lezat, menu yang disajaikanoleh Chef dari Planet Veggie ini sehat karena No MSG, No Preservatives, No Artificial Coloring, No artificial Fragragnce and No Micro-wave Cooking

Berminat mencoba? Sila datang ke Jalan Melaka Raya 8, Taman Melaka Raya, 75000 Malacca, Malaysia
Masih banyak lagi tempat makan dan minum yang enak dan dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau, next time saya akan share lagi.

Are You Food Lovers? i dare you to try those places :)

(Ditulis oleh Irene Febrina - @irene_febrina)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...